<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Kuliah</title>
	<atom:link href="http://meiliemma.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://meiliemma.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 06:53:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='meiliemma.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Kuliah</title>
		<link>http://meiliemma.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://meiliemma.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Kuliah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://meiliemma.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Johari Window</title>
		<link>http://meiliemma.wordpress.com/2008/02/12/johari-window/</link>
		<comments>http://meiliemma.wordpress.com/2008/02/12/johari-window/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 09:57:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meiliemma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meiliemma.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Di Presentasikan oleh Andry Teja  LATAR BELAKANG MASALAH Komunikasi antar pribadi merupakan aspek yang sangat penting dalam teori komunikasi, oleh sebab itu perlu diadakan studi lebih lanjut tentang cara yang terbaik untuk memanfaatkannya, penulis mencoba menganalisa salah satu teori tentang konsep diri diri yang berkaitan dengan komunikasi antar pribadi untuk menciptakan komunikasi yang lebih baik. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=32&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Di Presentasikan oleh Andry Teja</em><strong> </strong></p>
<p><strong>LATAR BELAKANG MASALAH</strong></p>
<p>Komunikasi antar pribadi merupakan aspek yang sangat penting dalam teori komunikasi, oleh sebab itu perlu diadakan studi lebih lanjut tentang cara yang terbaik untuk memanfaatkannya, penulis mencoba menganalisa salah satu teori tentang konsep diri diri yang berkaitan dengan komunikasi antar pribadi untuk menciptakan komunikasi yang lebih baik.<br />
Konsep diri merupakan Faktor yang sangat penting dan menentukan dalam komunikasi antar pribadi. Kunci keberhasilan hidup adalah konsep diri positip. Konsep diri memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang, karena konsep diri dapat dianalogikan sebagai suatu operating system yang menjalankan suatu komputer. Terlepas dari sebaik apapun perangkat keras komputer dan program yang di-install, apabila sistem operasinya tidak baik dan banyak kesalahan maka komputer tidak dapat bekerja dengan maksimal. Hal yang sama berlaku bagi manusia.<br />
Konsep diri adalah sistem operasi yang menjalankan komputer mental, yang mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Konsep diri ini setelah ter-install akan masuk di pikiran bawah sadar dan mempunyai bobot pengaruh sebesar 88% terhadap level kesadaran seseorang dalam suatu saat. Semakin baik konsep diri maka akan semakin mudah seseorang untuk berhasil. Demikian pula sebaliknya.<br />
Kita dapat melihat konsep diri seseorang dari sikap mereka. Konsep diri yang jelek akan mengakibatkan rasa tidak percaya diri, tidak berani mencoba hal-hal baru, tidak berani mencoba hal yang menantang, takut gagal, takut sukses, merasa diri bodoh, rendah diri, merasa diri tidak berharga, merasa tidak layak untuk sukses, pesimis, dan masih banyak perilaku inferior lainnya.<br />
Sebaliknya orang yang konsep dirinya baik akan selalu optimis, berani mencoba hal-hal baru, berani sukses, berani gagal, percaya diri, antusias, merasa diri berharga, berani menetapkan tujuan hidup, bersikap dan berpikir positip, dan dapat menjadi seorang pemimpin yang handal.</p>
<p><strong>PERMASALAHAN</strong></p>
<p>Diatas kita agak banyak membicarakan konsep diri Positif, karena dari konsep diri positif lahir pula pola perilaku komunikasi antar pribadi yang positip pula yakni melakukan persepsi yg lebih cermat dan mengungkapkan petunjuk-petunjuk yang membuat orang-lain menafsirkan kita dengan cermat pula. Komunikan yang berkonsep diri positip adalah Komunikan yg Tembus Pandang1  ( transparent ).<br />
Dengan bersikap Tembus Pandang  berarti kita membuka diri, kita menjadi lebih terbuka terhadap pengalaman-pengalaman gagasan-gagasan baru, lebih cenderung menghindari sikap defensif serta lebih cermat dalam memandang dan menilai diri kita sendiri juga orang lain.<br />
Hubungan antara Konsep diri dan membuka diri dapat dijelaskan dengan Johari Window. Dalam Johari Window tingkat keterbukaan dan tingkat kesadaran tentang diri kita.</p>
<p><strong>JOHARI WINDOW ( JENDELA JOHARI )</strong></p>
<p>Joseph Luft dan Harrington Ingham , mengembangkan konsep Johari Window sebagai perwujudan bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain yang digambarkan sebagai sebuah jendela. ‘Jendela’ tersebut terdiri dari matrik 4 sel, masing-masing sel menunjukkan daerah self (diri) baik yang terbuka maupun yang disembunyikan. Keempat sel tersebut adalah daerah publik, daerah buta, daerah tersembunyi, dan daerah yang tidak disadari. Berikut ini disajikan gambar ke 4 sel tersebut.<em><img border="0" width="1" src="http://fikompr09umb.multiply.com/photos/hi-res/11/1?xurl=http%3A%2F%2Ffikompr09umb.multiply.com%2Fphotos%2Falbum%2F11%2Fbuat_blog_cat_kul%231" height="1" /> <img border="0" align="middle" width="685" src="http://farm3.static.flickr.com/2268/2259537361_e433ca6f04_o.jpg" alt="Johari Window" height="275" /></em></p>
<p><em>Open area</em> adalah informasi tentang diri kita yang diketahui oleh orang lain seperti nama, jabatan, pangkat, status perkawinan, lulusan mana, dll. Ketika memulai sebuah hubungan, kita akan menginformasikan sesuatu yang ringan tentang diri kita. Makin lama maka informasi tentang diri kita akan terus bertambah secara vertical sehingga mengurangi hidden area. Makin besar open area, makin produktif dan menguntungkan hubungan interpersonal kita.</p>
<p><em>Hidden area</em> berisi informasi yang kita tahu tentang diri kita tapi tertutup bagi orang lain. Informasi ini meliputi perhatian kita mengenai atasan, pekerjaan, keuangan, keluarga, kesehatan, dll. Dengan tidak berbagi mengenai hidden area, biasanya akan menjadi penghambat dalam berhubungan. Hal ini akan membuat orang lain miskomunikasi tentang kita,  yang kalau dalam hubungan kerja akan mengurangi tingkat kepercayaan orang</p>
<p><em>Blind area</em> yang menentukan bahwa orang lain sadar akan sesuatu tapi kita tidak. Misalnya bagaimana cara mengurangi grogi, bagaimana caranya menghadapi dosen A, dll. Sehingga dengan mendapatkan masukan dari orang lain, blind area akan berkurang. Makin kita memahami kekuatan dan kelemahan diri kita yang diketahui orang lain, maka akan bagus dalam bekerja tim.</p>
<p><em>Unknown area</em> adalah informasi yang orang lain dan juga kita tidak mengetahuinya. Sampai kita dapat pengalaman tentang sesuatu hal atau orang lain melihat sesuatu akan diri kita bagaimana kita bertingkah laku atau berperasaan. Misalnya ketika pertama kali seneng sama orang lain selain anggota keluarga kita. Kita tidak pernah bisa mengatakan perasaan “cinta”. Jendela ini akan mengecil sehubungan kita tumbuh dewasa, mulai mengembangkan diri atau belajar dari pengalaman</p>
<p>Yang dimaksud dengan daerah publik adalah daerah yang memuat hal-hal yang diketahui oleh dirinya dan orang lain. Daerah buta adalah daerah yang memuat hal-hal yang diketahui oleh orang lain tetapi tidak diketahui oleh dirinya. Dalam berhubungan interpersonal, orang ini lebih memahami orang lain tetapi tidak mampu memahami tentang diri, sehingga orang ini seringkali menyinggung perasaan orang lain dengan tidak sengaja. Daerah tersembunyi adalah daerah yang memuat hal-hal yang diketahui oleh diri sendiri tetapi tidak diketahui oleh orang lain. Dalam daerah ini, orang menyembunyikan/menutup dirinya. Informasi tentang dirinya disimpan rapat-rapat. Daerah yang tidak disadari membuat bagian kepribadian yang direpres dalam ketidaksadaran, yang tidak diketahui baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Namun demikian ketidaksadaran ini kemungkinan bisa muncul.     <br />
Oleh karena adanya perbedaan individual, maka besarnya masing-masing daerah pada seseorang berbeda dengan orang lain. Gambaran kepribadian di bawah ini dapat memberikan contoh mengenai daerah-daerah dalam Jendela Johari.</p>
<p><img border="0" align="middle" width="656" src="http://farm3.static.flickr.com/2289/2260333236_287615decd_o.jpg" alt="Johari Window" height="233" /> </p>
<p>Pengenalan diri dapat dilakukan melalui 2 tahap, tahap yang pertama pengungkapan diri (self-disclosure) dan tahap yang kedua menerima umpan balik ( Feedback ). Tahap pengungkapan diri, orang memperluas daerah C (lihat gambar 2), sedangkan untuk memperluas daerah B dibutuhkan umpan balik dari orang lain (lihat gambar 3). Akhirnya, ia akan mempunyai daerah publik (A) yang semakin luas (lihat gambar 4).</p>
<p><strong>KASUS</strong></p>
<p>Dian, gadis pemalu, ia selalu sulit menjalin pergaulan. Sangat jarang ia dapat menceritakan perasaan, keinginan, dan fikiran-fikiran yang ada pada dirinya. Akibatnya, ia kurang dikenal oleh teman sepergaulannya.</p>
<p>Kemungkinan besar, Dian mempunyai daerah publik (A) yang kecil, sedangkan daerah yang tersembunyi lebih besar (C) atau Siti mempunyai daerah buta yang lebih besar (B), sebab kelebihan yang merupakan aset bagi dirinya tidak disadarinya atau dilihat orang lain.<br />
Semakin luas daerah A dapat dikatakan seseorang mempunyai konsep diri yang positif. Ia telah tahu, baik dalam kuantitas maupun kualitas, kekuatan dan kelemahan dirinya. Orang semakin bebas untuk menentukan langkahnya, topeng-topeng yang dipakainya semakin terkuak dan ditinggalkannya. Ia menjadi pribadi yang matang, percaya diri, tidak takut menghadapi kegagalan, dan siap mengahadapi tantangan.</p>
<p><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p>Setelah seseorang melakukan upaya mengenali kekuatan dan kelemahan diri, orang lain akan menyadari siapa saya?  Mengenal diri bukanlah tujuan. Pengenalan diri adalah sebagai wahana (sarana) untuk mencapai tujuan hidup. Oleh karenanya, setelah seseorang dapat menjawab pertanyaan siapa saya? maka pertanyaan selanjutnya adalah saya ingin menjadi siapa?  Jawaban atas pertanyaan tersebut tentunya beragam, sesuai dengan peran-peran yang dimainkannya. Manusia memiliki kemampuan untuk mengubah atau mengembangkan diri.</p>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<br />
</strong></p>
<p>Jalaluddin Rakhmat, Psikologi Komunikasi.Cetakan  2004<br />
Helmi, A. F. Dan Ramdhani, N. 1992. Konsep Diri dan Kemampuan Bergaul.<br />
Laporan Penelitian. Yogyakarta : Fakultas Psikologi UGM.<br />
Koentjoro. 1989. Konsep Pengenalan Diri dalam AMT. Makalah. Dalam Modul Pelatihan AMT. Jurusan Psikologi Sosial UGM, dalam rangka Lustrum V Fak.<br />
Psikologi UGM, Yogyakarta.<br />
Sumber – Sumber internet</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meiliemma.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meiliemma.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meiliemma.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meiliemma.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meiliemma.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meiliemma.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meiliemma.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meiliemma.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meiliemma.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meiliemma.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meiliemma.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meiliemma.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meiliemma.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meiliemma.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meiliemma.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meiliemma.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=32&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meiliemma.wordpress.com/2008/02/12/johari-window/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a15a5ae86386179f43dd8774e27b002a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">meiliemma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fikompr09umb.multiply.com/photos/hi-res/11/1?xurl=http%3A%2F%2Ffikompr09umb.multiply.com%2Fphotos%2Falbum%2F11%2Fbuat_blog_cat_kul%231" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2268/2259537361_e433ca6f04_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Johari Window</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2289/2260333236_287615decd_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Johari Window</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DRAMATURGI</title>
		<link>http://meiliemma.wordpress.com/2008/01/27/dramaturgi/</link>
		<comments>http://meiliemma.wordpress.com/2008/01/27/dramaturgi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 14:13:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meiliemma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meiliemma.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Dipresentasikan oleh Rizki Atina  SEJARAH 1945:Tahun dimana, Kenneth Duva Burke(May 5, 1897 – November 19, 1993) seorang teoritis literatur Amerika dan filosof memperkenalkan konsep dramatisme sebagai metode untuk memahami fungsi sosial dari bahasa dan drama sebagai pentas simbolik kata dan kehidupan sosial. Tujuan Dramatisme adalah memberikan penjelasan logis untuk memahami motif tindakan manusia, atau kenapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=31&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dipresentasikan oleh Rizki Atina</p>
<h1><span><span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><span><span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><font size="3">SEJARAH</font></span></span></span><span><span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"></span></span></span></h1>
<p><span></span><span></span><b><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">1945:</span></b><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Tahun dimana, <strong>Kenneth Duva Burke(</strong>May 5, 1897 – November 19, 1993) </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">seorang teoritis literatur Amerika dan filosof memperkenalkan konsep dramatisme sebagai metode untuk memahami fungsi sosial dari bahasa dan drama sebagai pentas simbolik kata dan kehidupan sosial. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Tujuan Dramatisme adalah memberikan penjelasan logis untuk memahami motif tindakan manusia, atau kenapa manusia melakukan apa yang mereka lakukan (Fox, 2002).</span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Dramatisme memperlihatkan bahasa sebagai model tindakan simbolik ketimbang model pengetahuan (Burke, 1978). Pandangan Burke adalah bahwa <b>hidup bukan <u>seperti</u> drama, tapi hidup itu sendiri adalah drama</b>. <b><span> </span></b></span><b><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">1959: <i>The Presentation of Self in Everyday Life </i></span></b><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Tertarik dengan teori dramatisme Burke, <b>Erving Goffman</b> (11 Juni 1922 – 19 November 1982), seorang sosiolog interaksionis dan penulis, memperdalam kajian dramatisme tersebut dan menyempurnakannya dalam bukunya yang kemudian terkenal sebagai salah satu sumbangan terbesar bagi teori ilmu sosial <i>The Presentation of Self in Everyday Life. </i></span><font face="Times New Roman"><span>Dalam buku ini Goffman yang mendalami fenomena interaksi simbolik mengemukakan kajian mendalam mengenai konsep Dramaturgi. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"></span></font></p>
<h1><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><font size="3">INI BUKAN DRAMATURGI ARISTOTELES</font></span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"></span></h1>
<p><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Istilah Dramaturgi kental dengan pengaruh drama atau teater atau pertunjukan fiksi diatas panggung dimana seorang aktor memainkan karakter manusia-manusia yang lain sehingga penonton dapat memperoleh gambaran kehidupan dari tokoh tersebut dan mampu mengikuti alur cerita dari drama yang disajikan. </font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><font face="Times New Roman"></font><span><font face="Times New Roman">Meski benar, dramaturgi juga digunakan dalam istilah teater namun term dan karakteristiknya berbeda dengan dramaturgi yang akan kita pelajari. Dramaturgi dari istilah teater dipopulerkan oleh<span>  </span>Aristoteles. </font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Sekitar tahun 350 SM, Aristoteles, seorang filosof asal Yunani, menelurkan, <i>Poetics</i>, hasil pemikirannya yang sampai sekarang masih dianggap sebagai buku acuan bagi dunia teater. Dalam <i>Poetics</i>, Aristoteles menjabarkan penelitiannya tentang penampilan/drama-drama berakhir tragedi/tragis ataupun kisah-kisah komedi. Untuk menghasilkan <i>Poetics</i> Aristoteles meneliti hampir seluruh karya penulis Yunani pada masanya. Kisah tragis merupakan obyek penelitian utamanya dan dalam <i><span> </span>Poetic </i>juga Aristoteles menyanjung Kisah Oedipus Rex, sebagai kisah drama yang paling dapat diperhitungkan. </font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Meskipun Aristoteles mengatakan bahwa drama merupakan bagian dari puisi, namun Aristoteles bekerja secara utuh menganalisa drama secara keseluruhan. Bukan hanya dari segi naskahnya saja tapi juga menganalisa hubungan antara karakter dan akting, dialog, plot dan cerita. Ia memberikan contoh-contoh plot yang baik dan meneliti reaksi drama terhadap penonton. Nilai-nilai yang dikemukakan oleh Aristoteles dalam maha karyanya ini kemudian dikenal dengan “<i>aristotelian drama</i>” atau drama ala aristoteles, dimana <i>deus ex machina<a name="_ftnref1" href="http://null/#_ftn1" title="_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[1]</span></b></span></span></span></a></i> adalah suatu kelemahan dan dimana sebuah akting harus tersusun secara efisien. Banyak konsep kunci drama, seperti <i>anagnorisis<a name="_ftnref2" href="http://null/#_ftn2" title="_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[2]</span></b></span></span></span></a></i> dan <i>katharsis<a name="_ftnref3" href="http://null/#_ftn3" title="_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[3]</span></b></span></span></span></a></i>, dibahas dalam Poetica.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Sampai sekarang “<i>aristotelian drama” </i>sangat terlihat aplikasinya pada tayangan-tayangan tv, buku-buku panduan perfilman dan bahkan kursus-kursus singkat perfilman (dramaturgi dasar) biasanya sangat bergantung kepada dasar pemikiran yang dikemukakan oleh Aristoteles.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<h1><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><font size="3">DRAMATURGI: BENTUK LAIN DARI KOMUNIKASI</font></span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><font size="3"> </font></span></h1>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Bila Aristoteles mengungkapkan Dramaturgi dalam artian seni. Maka, Goffman mendalami dramaturgi dari segi <b>sosiologi</b>. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Seperti yang kita ketahui, Goffman memperkenalkan dramaturgi pertama kali dalam kajian sosial psikologis dan sosiologi melalui bukunya, </span><i><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">The Presentation of Self In Everyday Life</span></i><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">. Buku tersebut menggali segala macam perilaku interaksi yang kita lakukan dalam pertunjukan kehidupan kita sehari-hari yang menampilkan diri kita sendiri dalam <b>cara yang sama</b> dengan cara seorang aktor menampilkan karakter orang lain dalam sebuah pertunjukan drama. Cara yang sama ini berarti mengacu kepada kesamaan yang berarti ada pertunjukan yang ditampilkan. Bila Aristoteles mengacu kepada teater maka Goffman mengacu pada pertunjukan sosiologi. Pertunjukan yang terjadi di masyarakat untuk memberi kesan yang baik untuk mencapai tujuan. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"></span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Tujuan dari presentasi dari Diri – Goffman ini adalah penerimaan penonton akan manipulasi. Bila seorang aktor berhasil, maka penonton akan melihat aktor sesuai sudut yang memang ingin diperlihatkan oleh aktor tersebut. Aktor akan semakin mudah untuk membawa penonton untuk mencapai tujuan dari pertunjukan tersebut. Ini dapat dikatakan sebagai bentuk lain dari komunikasi. Kenapa komunikasi? Karena komunikasi sebenarnya adalah alat untuk mencapai tujuan. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Bila dalam komunikasi konvensional manusia berbicara tentang bagaimana memaksimalkan indera verbal dan non-verbal untuk mencapai tujuan akhir komunikasi, agar orang lain mengikuti kemauan kita. Maka dalam dramaturgis, yang diperhitungkan adalah konsep menyeluruh bagaimana kita menghayati peran sehingga dapat memberikan <i>feedback </i>sesuai yang kita mau.<span>  </span></span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Perlu diingat, dramatugis mempelajari konteks dari perilaku manusia dalam mencapai tujuannya dan bukan untuk mempelajari hasil dari perilakunya tersebut. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Dramaturgi memahami bahwa dalam interaksi antar manusia ada “kesepakatan” perilaku yang disetujui yang dapat mengantarkan kepada tujuan akhir dari maksud interaksi sosial tersebut. Bermain peran merupakan salah satu alat yang dapat mengacu kepada tercapainya kesepakatan tersebut. <span>  </span></span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Bukti nyata bahwa terjadi permainan peran dalam kehidupan manusia dapat dilihat pada masyarakat kita sendiri. Manusia menciptakan sebuah mekanisme tersendiri, dimana dengan permainan peran tersebut ia bisa tampil sebagai sosok-sosok tertentu. <span> </span>Hal ini setara dengan yang dikatakan oleh Yenrizal (IAIN Raden Fatah, Palembang), dalam makalahnya &#8220;Transformasi Etos Kerja Masyarakat Muslim: Tinjauan Dramaturgis di Masyarakat Pedesaan Sumatera Selatan&#8221; pada Annual Conference on Islamic Studies, Bandung, 26 – 30 November 2006:</span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><b><i><span style="font-size:10pt;font-family:'Book Antiqua','serif';"><span> </span>“Dengan konsep dramaturgis dan permainan peran yang dilakukan oleh manusia, terciptalah suasana-suasana dan kondisi interaksi yang kemudian memberikan makna tersendiri. Munculnya pemaknaan ini sangat tergantung pada latar belakang sosial masyarakat itu sendiri. Terbentuklah kemudian masyarakat yang mampu beradaptasi dengan berbagai suasana dan corak kehidupan. Masyarakat yang tinggal dalam komunitas heterogen perkotaan, menciptakan panggung-panggung sendiri yang membuatnya bisa tampil sebagai komunitas yang bisa bertahan hidup dengan keheterogenannya. Begitu juga dengan masyarakat homogen pedesaan, menciptakan panggung-panggung sendiri melalui interaksinya, yang terkadang justru membentuk proteksi sendiri dengan komunitas lainnya.”</span></i></b></p>
<h1><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><font size="3">DRAMATURGIS : KITA SEBENARNYA HIDUP DI ATAS PANGGUNG</font></span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"></span></h1>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Teori dramaturgi menjelaskan bahwa identitas manusia adalah tidak stabil dan merupakan setiap identitas tersebut merupakan bagian kejiwaan psikologi yang mandiri. Identitas manusia bisa saja berubah-ubah tergantung dari interaksi dengan orang lain. Disinilah dramaturgis masuk, bagaimana kita menguasai interaksi tersebut. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Dalam dramaturgis, interaksi sosial dimaknai sama dengan pertunjukan teater. Manusia adalah aktor yang berusaha untuk menggabungkan karakteristik personal dan tujuan kepada orang lain melalui “pertunjukan dramanya sendiri”. <span> </span></span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Dalam mencapai tujuannya tersebut, menurut konsep dramaturgis, manusia akan mengembangkan perilaku-perilaku yang mendukung perannya tersebut. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Selayaknya pertunjukan drama, seorang aktor drama kehidupan juga harus mempersiapkan kelengkapan pertunjukan. Kelengkapan ini antara lain memperhitungkan <i>setting</i>, kostum, penggunakan kata (dialog) dan tindakan non verbal lain, hal ini tentunya bertujuan untuk meninggalkan kesan yang baik pada lawan interaksi dan memuluskan jalan mencapai tujuan. Oleh Goffman, tindakan diatas disebut dalam istilah<span>  </span>“<b>impression management”. </b></span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Goffman juga melihat bahwa ada perbedaan akting yang besar saat aktor berada di atas panggung (“<b><i>front stage</i></b>”) dan di belakang panggung (“<b><i>back stage</i></b>”) drama kehidupan. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Kondisi akting di <i>front stage </i>adalah adanya penonton (yang melihat kita) dan kita sedang berada dalam bagian pertunjukan. Saat itu kita berusaha untuk memainkan peran kita sebaik-baiknya agar penonton memahami tujuan dari perilaku kita. Perilaku kita dibatasi oleh oleh konsep-konsep drama yang bertujuan untuk membuat drama yang berhasil (lihat unsur-unsur tersebut pada <i>impression management</i> diatas). </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Sedangkan <i>back stage </i>adalah keadaan dimana kita berada di belakang panggung, dengan kondisi bahwa tidak ada penonton. Sehingga kita dapat berperilaku bebas tanpa mempedulikan plot perilaku bagaimana yang harus kita bawakan. <i><span> </span></i></span><i><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span></i><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Contohnya, seorang <i>front liner </i>hotel senantiasa berpakaian rapi menyambut tamu hotel dengan ramah, santun, bersikap formil dan perkataan yang diatur. Tetapi, saat istirahat siang, sang <i>front liner </i>bisa bersikap lebih santai, bersenda gurau dengan bahasa <i>gaul</i> dengan temannya atau bersikap tidak formil lainnya (merokok, dsb). </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Saat <i>front liner </i>menyambut tamu hotel, merupakan saat <i>front stage </i>baginya (saat pertunjukan). Tanggung jawabnya adalah menyambut tamu hotel dan memberikan kesan baik hotel kepada tamu tersebut. Oleh karenanya, perilaku sang <i>front liner </i>juga adalah perilaku yang sudah digariskan skenarionya oleh pihak manajemen hotel. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Saat istirahat makan siang, <i>front liner </i>bebas untuk mempersiapkan dirinya menuju babak ke dua dari pertunjukan tersebut. Karenanya, skenario yang disiapkan oleh manajemen hotel adalah bagaimana sang <i>front liner </i>tersebut dapat <i>refresh </i>untuk menjalankan perannya di babak selanjutnya. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Sebelum berinteraksi dengan orang lain, seseorang pasti akan mempersiapkan perannya dulu, atau kesan yang ingin ditangkap oleh orang lain. Kondisi ini sama dengan apa yang dunia teater katakan sebagai “<i>breaking character</i>”. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Dengan konsep dramaturgis dan permainan peran yang dilakukan oleh manusia, terciptalah suasana-suasana dan kondisi interaksi yang kemudian memberikan makna tersendiri. Munculnya pemaknaan ini sangat tergantung pada latar belakang sosial masyarakat itu sendiri. Terbentuklah kemudian masyarakat yang mampu beradaptasi dengan berbagai suasana dan corak kehidupan. Masyarakat yang tinggal dalam komunitas heterogen perkotaan, menciptakan panggung-panggung sendiri yang membuatnya bisa tampil sebagai komunitas yang bisa bertahan hidup dengan keheterogenannya. Begitu juga dengan masyarakat homogen pedesaan, menciptakan panggung-panggung sendiri melalui interaksinya, yang terkadang justru membentuk proteksi sendiri dengan komunitas lainnya.</span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Apa yang dilakukan masyarakat melalui konsep permainan peran adalah realitas yang terjadi secara alamiah dan berkembang sesuai perubahan yang berlangsung dalam diri mereka. Permainan peran ini akan berubah-rubah sesuai kondisi dan waktu berlangsungnya. Banyak pula faktor yang berpengaruh dalam permainan peran ini, terutama aspek sosial psikologis yang melingkupinya.</span><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<h1><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><font size="3">KRITIK TERHADAP DRAMATURGI</font></span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"></span></h1>
<p><span><font face="Times New Roman"></font></span></p>
<h2 align="left"><span style="font-weight:normal;font-family:'Book Antiqua','serif';"><font size="3"><em>Dramarturgi hanya dapat berlaku di institusi total </em></font></span></h2>
<p><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Institusi total maksudnya adalah institusi yang memiliki karakter dihambakan oleh sebagian kehidupan atau keseluruhan kehidupan dari individual yang terkait dengan institusi tersebut, dimana individu ini berlaku sebagai sub-ordinat yang mana sangat tergantung kepada organisasi dan orang yang berwenang atasnya. Ciri-ciri institusi total antara lain dikendalikan oleh kekuasan (hegemoni) dan memiliki hierarki yang jelas. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Contohnya, sekolah asrama yang masih menganut paham pengajaran kuno (disiplin tinggi), kamp konsentrasi (barak militer), institusi pendidikan, penjara, pusat rehabilitasi (termasuk didalamnya rumah sakit jiwa, biara, institusi pemerintah, dan lainnya. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Dramaturgi dianggap dapat berperan baik pada instansi-instansi yang menuntut pengabdian tinggi dan tidak menghendaki adanya “pemberontakan”. Karena di dalam institusi-institusi ini peran-peran sosial akan lebih mudah untuk diidentifikasi. Orang akan lebih memahami skenario semacam apa yang ingin dimainkan.<span>  </span></span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Bahkan beberapa ahli percaya bahwa teori ini harus dibuktikan dahulu sebelum diaplikasikan.</span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><em>Menihilkan “kemasyarakatan”</em></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Teori ini juga dianggap tidak mendukung pemahaman bahwa dalam tujuan sosiologi ada satu kata yang seharusnya diperhitungkan, yakni kekuatan “kemasyarakatan”. Bahwa tuntutan peran individual menimbulkan <i>clash </i>bila berhadapan dengan peran kemasyarakatan. Ini yang sebaiknya dapat disinkronkan. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><span> </span><em>Dianggap condong kepada Positifisme</em><span>  </span></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><span> </span></span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Dramaturgi dianggap terlalu condong kepada positifisme<a name="_ftnref4" href="http://null/#_ftn4" title="_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">[4]</span></span></span></span></a>. Penganut paham ini menyatakan adanya kesamaan antara ilmu sosial dan ilmu alam, yakni aturan. Aturan adalah pakem yang mengatur dunia sehingga tindakan <i>nyeleneh </i>atau tidak dapat dijelaskan secara logis merupakan hal yang tidak patut. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span></p>
<h1><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><font size="3">ANALISA DRAMATURGI</font></span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><font size="3"> </font></span></h1>
<blockquote><p><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><em>Dramaturgis masuk dalam Perspektif Obyektif<span>  </span></em></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Dramaturgis dianggap masuk ke dalam perspektif obyektif karena teori ini cenderung melihat manusia sebagai makhluk pasif (berserah). Meskipun, pada awal ingin memasuki peran tertentu manusia memiliki kemampuan untuk menjadi subyektif (kemampuan untuk memilih) namun pada saat menjalankan peran tersebut manusia berlaku objektif, berlaku natural, mengikuti alur. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Misalnya, pada kasus Kekerasan pada Rumah Tangga (“<b>KDRT</b>”), saat perilaku kekerasan itu hendak terjadi, korban sebenarnya memiliki pilihan, berserah diri atau melakukan perlawanan. Bila ia memberontak maka konsekuensinya adalah ini dan bila ia pasrah maka akibatnya seperti itu. Proses subyektif ini akan beralih menjadi obyektif saat ia menjalani peran yang dipilihnya tersebut. Misalnya yang ia ambil adalah pasrah karena ia takut kalau ia melarikan diri konsekuensinya lebih parah, atau ia merasa terlalu tergantung kepada tersangka dan mengkhawatirkan nasih anaknya bila ia melawan. Maka, setelah itu ia akan menjalani perannya sebagai korban. Secara naluriah ia akan menutupi bagian tubuhnya yang mungkin menjadi sasaran kekerasan. Atau ia berusaha untuk menutupi telinganya untuk melindungi mental dan psikologisnya. Itulah mengapa dramaturgi di sebut memiliki muatan objektif. Karena pelakunya, menjalankan perannya secara natural, alamiah mengetahui langkah-langkah yang harus dijalani. </span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="font-weight:normal;font-family:'Book Antiqua','serif';"><font size="3"><em>Pendekatan Keilmuan Little John &#8211; Pendekatan Scientific (ilmiah &#8211; empiris)</em></font></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Seperti telah dijabarkan diatas, Dramaturgis merupakan teori yang mempelajari<span>  </span>proses dari perilaku dan bukan hasil dari perilaku. Ini merupakan asas dasar dari penelitian-penelitian yang menggunakan pendekatan <i>scientific<a name="_ftnref5" href="http://null/#_ftn5" title="_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><b><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">[5]</span></b></span></span></span></a></i>. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Obyektifitas yang digunakan disini adalah karena institusi tempat dramaturgi berperan adalah memang institusi yang terukur dan membutuhkan peran-peran yang sesuai dengan semangat institusi tersebut. Institusi ini kemudian yang diklaim sebagai institusi total sebagaimana telah dijabarkan sebelumnya. </span><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';">Bahwa hasil dari peranan itu sesungguhnya, bila proses (rumusnya) dijalankan sesuai dengan standar observasi dan konsistensi maka bentuk akhirnya adalah sama. Contohnya, bila seorang pengajar mempraktekkan cara mengajar sesuai dengan <i>template</i> perguruan tinggi maka kualitas keluaran perguruan tinggi tersebut akan menghasilkan kualitas yang bisa dikatakan relatif sama. Atau untuk contoh <i>front liner </i>hotel diatas, bila <i>front liner </i>dapat memainkan skenario penyambutan tamu manajemen hotel, niscaya tamu akan merasa dihargai, dihormati, senang dan bersedia untuk datang menginap kembali di hotel tersebut.<span>    </span></span><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"></font><font face="Times New Roman"></p>
<hr SIZE="1" width="33%" align="left" /></font></p>
<div>
<div><a name="_ftn1" href="http://null/#_ftnref1" title="_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[1]</span></span></span></span></a><font size="2"><font face="Times New Roman"> <i>Frase ini berasal dari bahasa Latin yang secara bahsa berarti <b>Tuhan keluar membantu</b>. Hal ini menunjuk pada karakter buatan, imajiner, alat ataupun peristiwa yang tiba-tiba saja terjadi atau ada dalam sebuah pertunjukan fiksi atau drama sebagai jalan keluar dari sebuah situasi atau plot yang sulit (contohnya, tiba-tiba ada ibu peri yang muncul untuk menolong Cinderella supaya bisa datang ke pesta dansa di istana). </i></font></font><font size="2" face="Times New Roman"> </font></div>
<div>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="http://null/#_ftnref2" title="_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[2]</span></span></span></span></a><font size="2"><font face="Times New Roman"> Aristoteles mengartikan kata ini sebagai “perubahan perilaku dari acuh menjadi butuh karena perkembangan cerita (mengetahui yang sesungguhnnya), tumbuhnya rasa cinta atau benci yang timbul antar karakter yang ditakdirkan oleh alur cerita”. Contohnya, pangeran dalam cerita Cinderella sebelum tidak peduli pada gadis-gadis yang memiliki sepatu kaca, tapi begitu ia mengetahui bahwa gadis misteriusnya memakai sepatu kaca, maka ia mencari gadis-gadis yang muat dengan sepatu kacanya.<span>   </span></font></font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoFootnoteText"><span><font size="2" face="Times New Roman"></font></span></p>
</div>
<div><a name="_ftn3" href="http://null/#_ftnref3" title="_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[3]</span></span></span></span></a><font size="2"><font face="Times New Roman"> <i>Kata ini mengacu kepada sensasi, atau efek turut terbawanya alur cerita ke dalam hati. Perasaan ini seyogyanya muncul di hati para penonton seusai menonton drama yang mengena. (contohnya, turut menangis,tertawa, atau perasaan iba terhadap karakter drama).<span>  </span></i></font></font></div>
<div>
<p style="margin:0;" class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn4" href="http://null/#_ftnref4" title="_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[4]</span></span></span></span></a><font size="2" face="Times New Roman"> Positifisme dirunut dari asalnya berasal dari pemikiran Auguste Comte pada abad ke 19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. </font></p>
</div>
<div><a name="_ftn5" href="http://null/#_ftnref5" title="_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Book Antiqua','serif';">[5]</span></span></span></span></span></a><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><font size="2"> <i>Menurut pandangan ini ilmu diasosiasikan dengan <u>objektivitas</u>. Objektivitas yang dimaksudkan di sini adalah objektivitas yang menekankan prinsip standardisasu observasi dan kosistensi. Landasan philosofisnya adalah bahwa dunia ini pada dasarnya mempunyai bentuk dan struktur.</i></font></span><i><span style="font-family:'Book Antiqua','serif';"><font size="2"> </font></span></i></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meiliemma.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meiliemma.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meiliemma.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meiliemma.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meiliemma.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meiliemma.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meiliemma.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meiliemma.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meiliemma.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meiliemma.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meiliemma.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meiliemma.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meiliemma.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meiliemma.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meiliemma.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meiliemma.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=31&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meiliemma.wordpress.com/2008/01/27/dramaturgi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a15a5ae86386179f43dd8774e27b002a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">meiliemma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori Pertukaran Sosial</title>
		<link>http://meiliemma.wordpress.com/2008/01/27/teori-pertukaran-sosial/</link>
		<comments>http://meiliemma.wordpress.com/2008/01/27/teori-pertukaran-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 13:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meiliemma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meiliemma.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Tokoh-tokoh yang mengembangkan teori pertukaran sosial antara lain adalah psikolog John Thibaut dan Harlod Kelley (1959), sosiolog George Homans (1961), Richard Emerson (1962), dan Peter Blau (1964).  Teori ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Thibaut dan Kelley, pemuka utama dari teori ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=30&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tokoh-tokoh yang mengembangkan teori pertukaran sosial antara lain adalah psikolog John Thibaut dan Harlod Kelley (1959), sosiolog George Homans (1961), Richard Emerson (1962), dan Peter Blau (1964). </font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">Teori ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. <span>Thibaut dan Kelley, pemuka utama dari teori ini menyimpulkan teori ini sebagai berikut:</span></font><span><font face="Times New Roman"> </font></span><i><span><font face="Times New Roman">“Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya”. </font></span></i><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Berdasarkan teori ini, kita masuk ke dalam hubungan pertukaran dengan orang lain karena dari padanya kita memperoleh imbalan. Dengan kata lain hubungan pertukaran dengan orang lain akan menghasilkan suatu imbalan bagi kita. Teori pertukaran sosial pun melihat antara perilaku dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling mempengaruhi (<i>reciprocal</i>). Karena lingkungan kita umumnya terdiri atas orang-orang lain, maka kita dan orang-orang lain tersebut dipandang mempunyai perilaku yang saling mempengaruhi Dalam hubungan tersebut terdapat unsur imbalan (<i>reward</i>), pengorbanan (<i>cost</i>) dan keuntungan (<i>profit</i>). </font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><span><font face="Times New Roman">Imbalan merupakan segala hal yang diperloleh melalui adanya<span>  </span>pengorbanan, pengorbanan merupakan semua hal yang dihindarkan, dan keuntungan adalah imbalan dikurangi oleh pengorbanan. Jadi perilaku sosial terdiri atas pertukaran paling sedikit antar dua orang berdasarkan perhitungan untung-rugi. Misalnya, pola-pola perilaku<span>  </span>di tempat kerja, percintaan, perkawinan, persahabatan &#8211; hanya akan langgeng manakala kalau semua pihak yang terlibat merasa teruntungkan. Jadi perilaku seseorang dimunculkan karena berdasarkan perhitungannya, akan menguntungkan bagi dirinya, demikian pula sebaliknya jika merugikan maka perilaku tersebut tidak ditampilkan. </font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span><b><span><font face="Times New Roman">Empat Konsep pokok</font></span></b><span><font face="Times New Roman">Ganjaran, biaya, laba, dan tingkat perbandingan merupakan empat konsep pokok dalam teori ini.</font></span><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><i><span>Ganjaran </span></i><span>ialah setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh seseorang dari suatu hubungan. Ganjaran berupa uang, penerimaan sosial atau dukungan terhadap nilai yang dipegangnya. Nilai suatu ganjaran berbeda-beda antara seseorang dengan yang lain, dan berlainan antara waktu yang satu dengan waktu yang lain. Buat orang kaya mungkin penerimaan sosial lebih berharga daripada uang. Buat si miskin, hubungan interpersonal yang dapat mengatasi kesulitan ekonominya lebih memberikan ganjaran daripada hubungan yang menambah pengetahuan.</span></font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><i><span>Biaya</span></i><span> adalah akibat yang dinilai negatif yang terjadi dalam suatu hubungan. Biaya itu dapat berupa waktu, usaha, konflik, kecemasan, dan keruntuhan harga diri dan kondisi-kondisi lain yang dapat menghabiskan sumber kekayaan individu atau dapat menimbulkan efek-efek yang tidak menyenangkan. Seperti ganjaran, biaya pun berubah-ubah sesuai dengan waktu dan orang yang terlibat di dalamnya.</span></font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><i><span>Hasil</span></i><span> atau <i>laba</i> adalah ganjaran dikurangi biaya. Bila seorang individu merasa, dalam suatu hubungan interpersonal, bahwa ia tidak memperoleh laba sama sekali, ia akan mencari hubungan lain yang mendatangkan laba. Misalnya, Anda mempunyai kawan yang pelit dan bodoh. Anda banyak membantunya, tetapi hanya sekedar supaya persahabatan dengan dia tidak putus. Bantuan Anda (biaya) ternyata lebih besar daripada nilai persahabatan (ganjaran) yang Anda terima. Anda rugi. Menurut teori pertukaran sosial, hubungan anda dengan sahabat pelit itu mudah sekali retak dan digantikan dengan hubungan baru dengan orang lain.</span></font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><i><span>Tingkat perbandingan</span></i><span> menunjukkan<span>  </span>ukuran baku (standar) yang dipakai sebagai kriteria dalam menilai hubungan individu pada waktu sekarang. Ukuran baku ini dapat berupa pengalaman individu pada masa lalu atau alternatif hubungan lain yang terbuka baginya. Bila pada masa lalu, seorang individu mengalami hubungan interpersonal yang memuaskan, tingkat perbandingannya turun. Bila seorang gadis pernah berhubungan dengan kawan pria dalam hubungan yang bahagia, ia akan mengukur hubungan interpersonalnya dengan kawan pria lain berdasarkan pengalamannya dengan kawan pria terdahulu. Makin bahagia ia pada hubungan interpersonal sebelumnya, makin tinggi tingkat perbandingannya, berarti makin sukar ia memperoleh hubungan interpersonal yang memuaskan.</span></font></li>
</ul>
<p><span><font face="Times New Roman"> </font></span><font face="Times New Roman"><span>Homans dalam bukunya <i>&#8220;Elementary Forms of Social Behavior,</i> 1974 mengeluarkan beberapa proposisi dan salah satunya berbunyi :&#8221;<i>Semua tindakan yang dilakukan oleh seseorang, makin sering satu bentuk tindakan tertentu memperoleh <b>imbalan</b>, makin cenderung orang tersebut menampilkan tindakan tertentu tadi &#8220;</i>. Proposisi ini secara eksplisit menjelaskan bahwa satu tindakan tertentu akan berulang dilakukan jika ada <b>imbalannya.</b> Proposisi lain yang juga memperkuat proposisi tersebut berbunyi <i>: &#8220;Makin tinggi <b>nilai hasil</b> suatu perbuatan bagi seseorang, makin besar pula kemungkinan perbuatan tersebut diulanginya kembali&#8221;.</i> </span>Bagi Homans, prinsip dasar pertukaran sosial adalah &#8220;<i>distributive justice</i>&#8221; &#8211; aturan yang mengatakan bahwa sebuah imbalan harus sebanding dengan investasi. Proposisi yang terkenal sehubungan dengan prinsip tersebut berbunyi <i>&#8221; seseorang dalam hubungan pertukaran dengan orang lain akan mengharapkan <b>imbalan</b> yang diterima oleh setiap pihak <b>sebanding</b> dengan <b>pengorbanan</b> yang telah dikeluarkannya &#8211; makin tingghi pengorbanan, makin tinggi imbalannya &#8211; dan <b>keuntungan</b> yang diterima oleh setiap pihak harus <b>sebanding</b> dengan <b>investasinya</b> &#8211; makin tinggi investasi, makin tinggi keuntungan&#8221;.</i></font><font face="Times New Roman"> </font><span><font face="Times New Roman">Inti dari teori pembelajaran sosial dan pertukaran sosial<span>  </span>adalah perilaku sosial seseorang hanya bisa dijelaskan oleh sesuatu yang bisa diamati, bukan oleh proses mentalistik (<i>black-box</i>). Semua teori yang dipengaruhi oleh perspektif ini menekankan hubungan langsung antara perilaku yang teramati dengan lingkungan.</font></span><b><font face="Times New Roman"> </font></b><b><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman','serif';"><br />
</span></b><b><font face="Times New Roman">Pendekatan Obyektif</font></b><span><font face="Times New Roman">Teori Pertukaran sosial ada di pendekatan objektif. Pendekatan ini disebut “obyektif” berdasarkan pandangan bahwa objek-objek, perilaku-perilaku dan peristiwa-peristiwa eksis di suatu dunia yang dapat diamati oleh pancaindra (penglihatan, pendengaran, peraba, perasa, dan pembau), dapat diukur dan diramalkan. </font></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Teori Pertukaran sosial beranggapan orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Pada pendekatan obyektif cenderung menganggap manusia yang mereka amati sebagai pasif dan perubahannya disebabkan kekuatan-kekuatan sosial di luar diri mereka. Pendekatan ini juga berpendapat, hingga derajat tertentu perilaku manusia dapat diramalkan, meskipun ramalan tersebut tidak setepat ramalan perilaku alam. Dengan kata lain, hukum-hukum yang berlaku pada perilaku manusia bersifat mungkin (probabilistik). Misalnya, kalau mahasiswa lebih rajin belajar, mereka (mungkin) akan mendapatkan nilai lebih baik; kalau kita ramah kepada orang lain, orang lain (mungkin) akan ramah kepada kita; bila suami isteri sering bertengkar, mereka (mungkin) akan bercerai. </font></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"></font></span></p>
<p><span><span><font face="Times New Roman">Sumber:</font></span></span></p>
<p><span><span></span><span><font face="Times New Roman">Modul 4 &amp; Modul 6 Teori Komunikasi <i>Farid Hamid M Si</i></font></span></span></p>
<p><span><span></span><span><font face="Times New Roman">Perspektif dalam Psikologi Sosial <i>Hasan Mustafa</i></font></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meiliemma.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meiliemma.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meiliemma.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meiliemma.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meiliemma.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meiliemma.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meiliemma.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meiliemma.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meiliemma.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meiliemma.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meiliemma.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meiliemma.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meiliemma.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meiliemma.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meiliemma.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meiliemma.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=30&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meiliemma.wordpress.com/2008/01/27/teori-pertukaran-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a15a5ae86386179f43dd8774e27b002a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">meiliemma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Media Transmisi Non Fisik Terestrial</title>
		<link>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/18/media-transmisi-non-fisik-terestrial/</link>
		<comments>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/18/media-transmisi-non-fisik-terestrial/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Oct 2006 05:55:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meiliemma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/18/media-transmisi-non-fisik-terestrial/</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi Komunikasi Dosen Ir. Teguh Prayudi  Terestrial berasal dari kata terra : bumi Media Transmisi Non Fisik Terestrial adalah media transmisi dalam bentuk gelombang radio yang perambatannya tidak jauh atau seolah-olah sejajar dengan bumi (tidak termasuk transmisi satelit) Pemakaian gelombang radio sebagai media transmisi biasanya ditentukan berdasarkan frekuensi/panjang gelombang Frekuensi adalah banyaknya getaran yang melewati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=29&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Teknologi Komunikasi</strong></p>
<p><strong>Dosen Ir. Teguh Prayudi </strong></p>
<p>Terestrial berasal dari kata terra : bumi</p>
<p><strong><em>Media Transmisi Non Fisik Terestrial</em></strong> adalah media transmisi dalam bentuk gelombang radio yang perambatannya tidak jauh atau seolah-olah sejajar dengan bumi (tidak termasuk transmisi satelit)<br />
Pemakaian gelombang radio sebagai media transmisi biasanya ditentukan berdasarkan frekuensi/panjang gelombang</p>
<p><strong><em>Frekuensi </em></strong>adalah banyaknya getaran yang melewati titik tertentu dalam suatu interval waktu yang berlainan<br />
Satuan frekuensi disebut  : Heartz sesuai penemu gelombang elektromagnetik : Heinrich Hertz ( Jerman)<br />
Frekuensi ini berbanding terbalik dengan panjang gelombang sesuai dengan rumusnya :</p>
<p>                        kecepatan<br />
Frekuensi = &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
                       gelombang</p>
<p>Jenis Frekuensi :<br />
Middle Frekuensi (MF) : 300 – 3.000 KHz<br />
High Frekuensi (HF) : 3 – 30 MHz<br />
Very High Frekeunsi (VHF) : 30  &#8211; 300 MHz<br />
Ultra High Frekuensi (UHF) : 300 – 3.000 MHz<br />
Super High Frekuensi (SFH) : 3 – 30 GHz<br />
Extremely High Frekuensi (EHF) : 30 – 300 GHz</p>
<p>Besaran masing-masing jenis frekeunsi radio disebut Spektrum Frekuensi Radio<br />
MF (Middle Frekuensi) disebut dengan radio dengan panjang gelombang sedang. Banyak digunakan dalam radio siaran swasta niaga<br />
HF (High Frekuensi) disebut sistem radio gelombang pendek, yang banyak dipakai untuk hubungan ke tempat yang jauh/ terpencil.<br />
VHF dan UHF disebut sistem gelombang sangat pendek, banyak digunakan untuk kepentingan hubungan jarak dekat.<br />
SHF dan EHF disebut dengan sistem gelombang mikro. Di Indonesia dipakai oleh Telkom untuk tererstrial dan satelit</p>
<p><em><strong>Sistem Transmisi Radio HF</strong></em><br />
Gelombang Radio HF biasanya digunakan untuk hubungan jarak jauh misalnya hubungan antar pulau. Dengan sistem ini satu saluraan dapat digunakan untuk 4 percakapan sekaligus tanpa saling mengganggu.<br />
Gelombang radio HF merambat melalui udara dan kemudian dipantulkan kembali ke bumi melalui lapisan ionosfer.  Jarak dua terminal bisa mencapai lebih dari 1500 Km untuk satu hop.<br />
Sistem ini daya jangkauannya sangat jauh tetapi membutuhkan daya pancar yang kuat sehingga dibutuhkan sumberdaya listrik yang banyak. Oleh karena itu biasanya tidak beroperasi 24 jam</p>
<p><em><strong>Sistem Radio Transmisi VHF/UHF</strong></em><br />
Sistem VHF bekerja pada frekuensi 30 – 300 MHz, dan untuk UHF dengan frekuensi 300 – 3000 MHz.<br />
Sistem VHF ini berhubungan dengan cara line of sight (saling bercermin), artinya kedua tempat dimaksud harus saling melihat sesamanya tanpa ada penghalang.<br />
Sistem UHF mempunyai kapasitas salur yang lebih besar dibanding VHF. Di negara kita sistem ini dipakai untuk menghubungkan Surabaya dengan Banjarmasin melalui jalur tropocaster. Disebut tropocaster karena pancaran gelombangnya dipancarkan oleh saluran troposfer (atmosfer terbawah bumi kita).</p>
<p><em><strong>Sistem Radio Transmisi SHF</strong></em><br />
Sistem ini biasa disebut juga sistem Gelombang Mikro (Microwave). Disebut gelombang mikro karena menggunakan panjang gelombang yang sangat pendek. Sistem ini hanya menjangkau 50 – 70 Km, sehingga diperlukan repeater-repeater  untuk menghubungkannya.<br />
<em>Contoh : Terminal Gelombang Mikro Jakarta &#8211; Medan dengan jarak 2.300 Km memerlukan repeater sebanyak 56 buah.<br />
Di Indonesia dikenal memiliki Sistem Gelombang Mikro Nusantara</em>, yang meliputi :<br />
Gelombang Mikro Trans Sumatera<br />
Gelombang Mikro Jawa – Bali<br />
Gelombang Mikro Indonesia bagian Timur</p>
<p><strong>Kelebihan dan Kekurangan</strong><br />
<strong><em>Gelombang Radio HF</em></strong><br />
<em>Kelebihan</em><br />
Dapat menjangkau jarak yang kauh<br />
Dapat melewati laut, gurun, tandus, hutan belantara,<br />
Dapat melintasi daerah rawan<br />
Kapasitas lebih besar dibanding saluran fisik<br />
<em>Kekurangan</em><br />
Tidak dapat beroperasi selama 24 jam<br />
Mudah terganggu oleh keadaan cuaca<br />
Kualitas percakapan kurang bisa diandalkan<br />
Kapasitas Kecil</p>
<p><strong><em>Gelombang Mikro</em></strong><br />
<em>Kelebihan<br />
</em>Kemampuan salur yang besar dibanding HF<br />
Keandalan Tinggi tidak terpengaruh oleh cuaca<br />
Memungkinkan disalurkannya percakapan SLJJ<br />
Fleksibilitas Tinggi<br />
Repeater dapat dikendalikan tidak perlu dijaga oleh tenaga teknis<br />
<em>Kekurangan<br />
</em>Jarak jangkau lebih pendek dibanding HF<br />
Membutuhkan saluran repeater yang banyak<br />
Lokasi repeater sering terpencil dan sukar dicapai<br />
Membutuhkan penelitian site yang tepat lama dan sukar<br />
Perambatan gelombangnya mudah terpengaruh oleh gunung</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meiliemma.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meiliemma.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meiliemma.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meiliemma.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meiliemma.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meiliemma.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meiliemma.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meiliemma.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meiliemma.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meiliemma.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meiliemma.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meiliemma.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meiliemma.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meiliemma.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meiliemma.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meiliemma.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=29&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/18/media-transmisi-non-fisik-terestrial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a15a5ae86386179f43dd8774e27b002a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">meiliemma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tinjauan media-media komunikasi elektronik sebagai komponen Teknologi Komunikasi</title>
		<link>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/tinjauan-media-media-komunikasi-elektronik-sebagai-komponen-teknologi-komunikasi/</link>
		<comments>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/tinjauan-media-media-komunikasi-elektronik-sebagai-komponen-teknologi-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2006 08:44:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meiliemma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/tinjauan-media-media-komunikasi-elektronik-sebagai-komponen-teknologi-komunikasi/</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi Komunikasi Dosen Ir. Teguh Prayudi  Pengertian Telekomunikasi (Pasal 1 UU No. 36 Tahun 99) : Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio atau sistem elektromagnetik lainnya Subsistem Terminal : Alat/perangkat telekomunikasi yang berupa media elektronik yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=28&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Teknologi Komunikasi</strong></p>
<p><strong>Dosen Ir. Teguh Prayudi</strong> </p>
<p><strong>Pengertian Telekomunikasi</strong></p>
<p>(Pasal 1 UU No. 36 Tahun 99) :</p>
<p>Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio atau sistem elektromagnetik lainnya</p>
<p>Subsistem Terminal :<br />
Alat/perangkat telekomunikasi yang berupa media elektronik yang ditempatkan pada posisi awal/akhir jaringan sistem yang berfungsi untuk mengirim/menerima informasi<br />
Subsistem Switching :<br />
Alat/perangkat telekomunikasi yang berfungsi melaksanakan penyambungan telekomunikasi antar terminal berdasarkan permintaan<br />
Subsistem Transmisi :<br />
Alat/perangkat telekomunikasi yang berfungsi sebagai media penghubung informasi antar terminal<br />
Subsistem Catu Daya :<br />
Alat/perangkat telekomunikasi yang berfungsi sebagai penyedia sumber listrik<br />
Subsistem Terminal :<br />
Pesawat Telepon<br />
Pesawat Telegrap<br />
Facsimilie<br />
Terminal data<br />
Komputer<br />
Studio dan Penerima Radio/Televisi<br />
Telepon Seluler</p>
<p><strong>Pesawat Telepon</strong><br />
Arti dari Telepon adalah suara dari jarak jauh<br />
<em>Berdasarkan cara melakukan pemanggilan</em><br />
Pesawat Telepon Otomat Roda Pilih (rotary dial) digunakan pada sentral telepon otomat, dgn roda pilih yang menghasilkan digit<br />
Pesawat Telepon Otomat Tombol Tekan (push button dial) sentral otomat, dgn tombol digit<br />
<em>Berdasarkan Penggunaan Alat Bantu :</em><br />
Pesawat Telepon Umum Dengan Coin Box telepon umum, cara pembayaran dengan menggunakan uang logam<br />
Pesawat Telepon Umum Kartu (TUK) cara pembayaran dengan kartu<br />
<em>Berdasarkan keleluasaan mobilitas </em>:<br />
Pesawat Telepon Fix Line / PSTN (Public Switching Telepon Network) jaringan telepon umum tetap / tidak bergerak<br />
Pesawat Telepon Seluler (Ponsel)<br />
 jaringan telepon bergerak(AMPS, GSM, PCS)</p>
<p><strong>Telepon Seluler</strong><br />
Biasa disebut dengan Handphone. Di Indonesia sudah diperkenalkan sejal Tahun 1979 oleh PT. INTI (Industri Telekomunikasi). Jaringan saat itu dikenal dengan Sambungan Telepon Bergerak (STB)<br />
Teknologi STB ini hanya bertahan selama setengah dasawarsa karena pada Tahun 1986 masuk Teknologi Telepon Seluler NMT-450 (Nordic Mobile Telepon) yang diperkenalkan Oleh PT. Rajasa Hazanah Perkasa<br />
Tahun 1990, PT. Elektrindo Nusantara mulai memperkenalkan layanan Telepon Seluler yang memperkenalkan Teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System). AMPS ini ditetapkan oleh Pemerintah sebagai STBS ( Sistem Telepon Bergerak Seluler) Nasional.<br />
Sistem Analog AMPS banyak digunakan di Amerika Utara, Australia, dan Asia. Sedangkan Eropa menggunakan STBS yang berlainan misalnya NMT-450, NMT-900. Karena itu Eropa kemudian membangun sistem bersama sebagai sistem GSM (Groupe Spesiale Mobile) tahun 1982. Pada awalnya dirancang untuk bekerja pada frekuensi 900 MHz<br />
Di Indonesia sistem GSM mulai diperkenalkan pada tahun 1993 dengan sebutan Global System for Mobile Communication (Sistem Komunikasi Bergerak Global) yang disingkat juga dengan GSM.<br />
Sistem GSM ini menggunakan teknologi digital. Dengan sistem digital ini satu saluran dapat digunakan oleh banyak pelanggan, sedangkan pada AMPS satu saluran hanya digunakan untuk satu pelanggan.<br />
Saat ini sedang diuji coba sistem PCS (Personal Communication System) untuk diterapkan di Indonesia. Sistem ini bekerja pada frekuensi 1800 MHz dan telah digunakan di Amerika, Jepang, Hongkong, Singapura, dan Korea. Pemerintah belum menerapkan kebijakan untuk aplikasi sistem PCS di Indonesia saat ini.</p>
<p><strong>Pesawat Telegrap</strong><br />
Telegrap dapat diartikan sebagai proses penyampaian berita/ informasi berupa gambar, atau grafik, tanda, isyarat dalam jarak jauh melalui perangkat telegrap<br />
Ditinjau dari perangkat yang digunakan untuk menyalurkan informasi telegrap  hubungan telegrap dapat dibedakan menjadi dua sistem :<br />
Sistem Morse<br />
Sistem ini ditemukan oleh Samuel F.B. Morse (1832).<br />
Dengan memakai Pesawat Morse, pengiriman informasi telegrap dilakukan dengan cara mengetok tanda-tanda melalui kunci ketok morse.<br />
Tanda-tanda yang dikirim berupa kode-kode yang berupa kombinasi titik dan garis<br />
Contoh :<br />
a  =    .  __<br />
b  =    __  …<br />
ab =   .  __  __ …</p>
<p><strong>Pesawat Teleprinter</strong><br />
Sistem Telegrap dengan menggunakan teleprinter ini merupakan pengembangan lebih lanjut di bidang telegrap. Prinsipnya adalah mengetik jarak jauh dengan menggunakan keyboard.<br />
Sistem Teleprinter terdiri dari :<br />
Keyboard, berfungsi menuliskan pesan<br />
Transmitter, berfungsi mengirimkan pesan<br />
Receiver, berfungsi menerima pesan<br />
Printer, berfungsi mencatak pesan<br />
Control Unit, berfungsi sebagai pusat control, semacam CPU sebuah komputer</p>
<p><strong>Pesawat Facsimile</strong><br />
Disamping Pesawat Telegrap, kita mengenal pesawat Telephoto. Telephoto berarti pengiriman gambar dari jarak jauh. Kini pesawat Telephoto lebih dikenal dengan nama Pesawat Facsmile. Pada dasarnya Facsimile adalah sebuah mesin fotocopy jarak jauh</p>
<p><strong>Pesawat Terminal Data</strong><br />
Pesawat Terminal Data adalah bagian dari Mesin Pemroses Data yang mampu mengirimkan data digital melalui jaringan komunikasi. Komunikasi yang terjadi sering kita sebut dengan Komunikasi Data.<br />
<em>Pesawat Terminal Data bisa berupa komputer atau hardware lainnya</em><br />
Studio dan Penerima Radio/Televisi<br />
Studio Radio/Televisi adalah terminal yang berfungsi mnegirimkan informasi dalam bentuk suara atau gambar dan suara<br />
Pesawat  Radio/Televisi adalah terminal yang berfungsi menerima informasi dalam bentuk suara atau gambar dan suara</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meiliemma.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meiliemma.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meiliemma.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meiliemma.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meiliemma.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meiliemma.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meiliemma.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meiliemma.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meiliemma.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meiliemma.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meiliemma.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meiliemma.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meiliemma.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meiliemma.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meiliemma.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meiliemma.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=28&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/tinjauan-media-media-komunikasi-elektronik-sebagai-komponen-teknologi-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a15a5ae86386179f43dd8774e27b002a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">meiliemma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Evolusi Media Menuju Masyarakat Informasi</title>
		<link>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/evolusi-media-menuju-masyarakat-informasi/</link>
		<comments>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/evolusi-media-menuju-masyarakat-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2006 08:09:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meiliemma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/evolusi-media-menuju-masyarakat-informasi/</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi Komunikasi Dosen Ir. Teguh Prayudi  PENGERTIAN Evolusi : adalah perubahan yang berlangsung terus menerus dan berkesinambungan dalam waktu yang lama PENGANTAR Sampai dua ratus tahun yang lalu ekonomi dunia bersifat agraris dimana salah satu ciri utamanya adalah tanah merupakan faktor produksi yang paling dominan. Sesudah terjadi revolusi industri, dengan ditemukannya mesin uap, ekonomi global [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=26&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Teknologi Komunikasi</strong></p>
<p><strong>Dosen Ir. Teguh Prayudi </strong></p>
<p>PENGERTIAN<br />
Evolusi : adalah perubahan yang berlangsung terus menerus dan berkesinambungan dalam waktu yang lama</p>
<p>PENGANTAR<br />
Sampai dua ratus tahun yang lalu ekonomi dunia bersifat agraris dimana salah satu ciri utamanya adalah tanah merupakan faktor produksi yang paling dominan. Sesudah terjadi revolusi industri, dengan ditemukannya mesin uap, ekonomi global ber-evolusi ke arah ekonomi industri dengan ciri utamanya adalah modal sebagai faktor produksi yang paling penting. Menjelang peralihan abad sekarang inl, cenderung manusia menduduki tempat sentral dalam proses produksi, karena tahap ekonomi yang sedang kita masuki ini berdasar pada pengetahuan (knowledge based) dan berfokus pada informasi (information focused).</p>
<p>Dalam hal ini telekomunikasi dan informatika memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler-technology)Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi begitu pesat, sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam Masyarakat atau Ekonomi Informasi. Masyarakat baru ini juga sering disebut sebagai masyarakat pasca industri.<br />
Apapun namanya, dalam era informasi, jarak fisik atau jarak geografis tidak lagi menjadi faktor dalam hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha, sehingga jagad ini menjadi suatu dusun semesta atau “Global village”. Sehingga sering kita dengar istilah “jarak sudah mati” atau “distance is dead” makin lama makin nyata kebenarannya.<br />
Terbentuknya masyarakat informasi  melalui proses transisi dari masyarakat sebelumnya yaitu masyarakat pra pertanian, masyarakat pertanian dan masyarakat industri, yang dipacu atau dipercepat dengan terjadinya perubahan teknologi komunikasi</p>
<p>Komunikasi dengan menggunakan media masih bersifat formal, karena ada fungsi – fungsi tertentu, misalnya : tentang obat – obatan, pengajaran atau membuat peralatan sederhana misalnya membuat lilin. Disini budaya mencatat mulai berkembang. Dengan terciptanya mesin cetak Guttenberg dari Jerman, maka mulai ada proses komunikasi masal.</p>
<p><strong>MASYARAKAT INDUSTRI</strong><br />
Masyarakat industri terwujud pasca terjadinya revolusi Industri di Inggris sejak ditemukannya mesin uap pada tahun 1712. Pada era ini mulailah ada penerbitan seperti buku, surat kabar majalah dll., dengan ciri – ciri harga terjangkau karena adanya proses masalisasi produk media. Bersamaan dengan masalisasi produk media cetak, maka terjadi pula penurunan angka buta huruf, yang ini mendorong pula berkembangnya industri cetak – mencetak.<br />
Di bidang media, pada tahun 1830-an, dengan berkurangnya buta huruf dan berkembangnya berbagai produk baru hasil dari industri baru, maka mulai muncul pemikiran tentang perlunya iklan, yang berfungsi menampilkan suatu jenis produk baru. Dan mulai perioda ini mulailah muncul gagasan – gagasan tentang pemasangan iklan surat kabar (koran), radio dan film</p>
<p><strong>MASYARAKAT INFORMASI</strong><br />
Pada akhir 1900, pekerja di bidang informasi atau media hanya berjumlah sekitar 10%. Pada akhir masyarakat industri dan merupakan awal era informasi di sekitar tahun 1950-an, pekerja di bidang media / informasi telah mencapai 30% dari berbagai jenis pekerjaan.<br />
Pada akhir 50-an dimana mulai berkembang teknologi komunikasi bersamaan dengan berkembangnya teknologi komputer, maka pekerja yang bergerak di bidang media dan informasi menjadi sekitar separuh dari jumlah jenis pekerjaan yang ada, yang ini dimulai sekitar akhir tahun 60-an.<br />
Konvergensi media ini terwujud melalui beberapa jalan, antara lain terjadinya integrasi teknologi, merging dari perusahaan – perusahaan media, perubahan dari lifestyle, perubahan pola dan jenis karir, perubahan peraturan – peraturan, perubahan issue – issue sosial, yang semuanya menyebabkan terjadinya dinamika sosial.<br />
Dengan berkembangnya Information and Communication Technology (ICT) pada Masyarakat Informasi, maka berkembang pula proses – proses komunikasi. Komunikasi interpersonal se olah – olah lalu menjadi :<br />
Tidak Berjarak; Dapat Dilaksanakan serentak lebih dari dua orang; Jarak dalam cara berkomunikasi tidak lagi menjadi kendala<br />
Terjadi merger kemampuan, baik antara orang yang berkomunikasi dengan   pencipta software yang digunakan dalam berkomunikasi maupun diantara orang – orang yang berkomunikasi menggunakan fasilitas ICT; Dalam waktu yang relatif singkat orang yang berkomunikasi akan segera diperkaya informasinya, sehingga mempunyai kemungkinan merubah pandangan – pandangannya dalam waktu yang relatif singkat.; Bidang ilmu dan lapangan kerja di bidang komunikasi lalu berkembang.<br />
Berbagai perkembangan kondisi yang diungkap diatas,   berdampak pula bagi  pola aktivitas komunikasi yang diistilahkan sebagai berkembangnya pola dan fungsi serta manfaat interaktivitas atau interactivity dalam kehidupan  sosial kemasyarakatan, termasuk ekonomi, keuangan dan bidang politik.</p>
<p><strong>KONVERGENSI</strong><br />
Keadaan menuju satu titik pertemuan; memusat; (Ref. Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001, P 592)</p>
<p><strong>MERGER TEKNOLOGI</strong><br />
Awalnya : teknologi-teknologi berkembang sendiri-sendiri, akibat perkembangan teknologi, teknologi-teknologi tersebut menjadi saling terkait. Perbedaan-perbedaan di dalam hal pengumpulan, pengiriman, penyimpanan, dan pengolahan informasi telah dapat diatasi<br />
Industri komputer berkembang sangat pesat memicu perkembangan teknologi lain, Komputer juga berperan dalam perkembangan teknologi telekomunikasi</p>
<p><strong>Koneksi telepon yang sederhana</strong><br />
Koneksi sederhana tidak mencukupi bila manusia yang akan berkomunikasi jumlahnya lebih dari satu pasang mendorong lahirnya jaringan komunikasi. Faktor Jarak dalam berkomunikasi mendorong lahirnya jaringan komunikasi jarak jauh atau dikenal dengan istilah Jaringan Telekomunikasi</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meiliemma.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meiliemma.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meiliemma.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meiliemma.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meiliemma.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meiliemma.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meiliemma.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meiliemma.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meiliemma.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meiliemma.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meiliemma.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meiliemma.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meiliemma.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meiliemma.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meiliemma.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meiliemma.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=26&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/evolusi-media-menuju-masyarakat-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a15a5ae86386179f43dd8774e27b002a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">meiliemma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI</title>
		<link>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/prinsip-prinsip-komunikasi/</link>
		<comments>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/prinsip-prinsip-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2006 07:45:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meiliemma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengantar Ilmu Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/prinsip-prinsip-komunikasi/</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Ilmu Komunikasi Dosen Agustina Zubair Prinsip-prinsip komunikasi seperti halnya fungsi dan definisi komunikasi mempunyai uraian yang beragam sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh masing-masing pakar. Istilah prinsip oleh William B. Gudykunst disebut asumsi-asumsi komunikasi. Larry A.Samovar dan Richard E.Porter menyebutnya karakteristik komunikasi. Deddy  Mulyana, Ph.D membuat istilah baru yaitu prinsip-prinsip komunikasi. Terdapat 12 prinsip [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=25&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengantar Ilmu Komunikasi</strong></p>
<p><strong>Dosen Agustina Zubair</strong></p>
<p>Prinsip-prinsip komunikasi seperti halnya fungsi dan definisi komunikasi mempunyai uraian yang beragam sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh masing-masing pakar. Istilah prinsip oleh William B. Gudykunst disebut asumsi-asumsi komunikasi. Larry A.Samovar dan Richard E.Porter menyebutnya karakteristik komunikasi. Deddy  Mulyana, Ph.D membuat istilah baru yaitu prinsip-prinsip komunikasi. Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan sebagai penjabaran lebih jauh dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu :</p>
<p>Prinsip 1 : Komunikasi adalah suatu proses simbolik<br />
Komunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada suatu titik, tetapi terus berkelanjutan.<br />
 <br />
Prinsip 2 : Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi<br />
Setiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus.</p>
<p>Prinsip 3 : Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan<br />
Setiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut kita bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi. Percakapan diantara dua orang sahabat  dan antara dosen dan mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda.</p>
<p>Prinsip 4 : Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan<br />
Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan (apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan secara rinci dan detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya tercapai)</p>
<p>Prinsip 5 : Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktuPesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung.</p>
<p>Prinsip 6 : Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasiTidak dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma yang berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa seseorang maka orang tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan membuat seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi.</p>
<p>Prinsip 7 : Komunikasi itu bersifat sistemik<br />
Dalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi mempengaruhi bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi.</p>
<p>Prinsip 8 : Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi<br />
Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol yang saling dipertukarkan.</p>
<p>Prinsip 9 : Komunikasi bersifat nonsekuensial<br />
Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan dimengerti.</p>
<p>Prinsip 10 : Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional<br />
Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi.</p>
<p>Prinsip 11 : komunikasi bersifat irreversible<br />
Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut.</p>
<p>Prinsip 12 : Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah<br />
Dalam arti bahwa komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meiliemma.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meiliemma.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meiliemma.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meiliemma.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meiliemma.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meiliemma.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meiliemma.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meiliemma.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meiliemma.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meiliemma.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meiliemma.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meiliemma.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meiliemma.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meiliemma.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meiliemma.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meiliemma.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=25&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/prinsip-prinsip-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>62</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a15a5ae86386179f43dd8774e27b002a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">meiliemma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Definisi komunikasi</title>
		<link>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi/</link>
		<comments>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2006 07:36:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meiliemma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengantar Ilmu Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi/</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Ilmu Komunikasi Dosen Agustina Zubair Istilah komunikasi dari bahasa Inggris communication, dari bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik bersama, komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut. Menurut lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=24&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengantar Ilmu Komunikasi</strong></p>
<p><strong>Dosen Agustina Zubair</strong></p>
<p>Istilah komunikasi dari bahasa Inggris communication, dari bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik bersama, komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut.</p>
<p>Menurut lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya. Webster’s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku.</p>
<p>Ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner, tidak bisa menghindari perspektif dari beberapa ahli yang tertarik pada kajian komunikasi, sehingga definisi dan pengertian komunikasi menjadi semakin banyak dan beragam. Masing-masing mempunyai penekanan arti, cakupan, konteks yang berbeda satu sama lain, tetapi pada dasarnya saling melengkapi dan menyempurnakan makna komunikasi sejalan dengan perkembangan ilmu komunikasi.</p>
<p>Menurut Frank E.X. Dance dalam bukunya Human Communication Theory terdapat 126 buah definisi tentang komunikasi yang diberikan oleh beberapa ahli dan dalam buku Sasa Djuarsa Sendjaja Pengantar Ilmu Komunikasi dijabarkan tujuh buah definisi yang dapat mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi. Definisi-definisi tersebut adalahs ebagai berikut:</p>
<p>Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).<br />
Hovland, Janis &amp; Kelley:1953<br />
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain.<br />
Berelson dan Stainer, 1964<br />
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?)<br />
Lasswell, 1960<br />
Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.<br />
Gode, 1959<br />
Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.<br />
Barnlund, 1964<br />
Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan.<br />
Ruesch, 1957<br />
Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.<br />
Weaver, 1949</p>
<p>Kita lihat dari beberapa definisi tersebut saling melengkapi. Definisi pertama menjelaskan penyampaian stimulus hanya dalam bentuk kata-kata dan pada definisi kedua penyampaian stimulus bisa berupa simbol-simbol tidak hanya kata-kata tetapi juga gambar, angka dan lain-lain sehingga yang disampaikan bisa lebih mewakili yaitu termasuk gagasan, emosi atau keahlian.</p>
<p>Definisi pertama dan kedua tidak bicara soal media atau salurannya, definisi ke tiga dari lasswell melengkapinya dengan komponen proses komunikasi secara lebih lengkap. Pengertian ke-empat dan seterusnya memahami komunikasi dari konteks yang berbeda menghasilkan pengertian komunikasi yang menyeluruh mewakili fungsi dan karakteristik komunikasi dalam kehidupan manusia.<br />
Ke-tujuh definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa komunikasi mempunyai pengertian yang luas dan beragam. Masing-masing definisi mempunyai penekanannya dan konteks yang berbeda satu sama lainnya.</p>
<p>Definisi komunikasi secara umum adalah suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu. Definisi tersebut memberikan beberapa pengertian pokok yaitu komunikasi adalah suatu proses mengenai pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan.</p>
<p>Setiap pelakuk komunikasi dengan demikian akan melakukan empat tindakan: membentuk, menyampaikan, menerima, dan mengolah pesan. Ke-empat tindakan tersebut lazimnya terjadi secara berurutan. Membentuk pesan artinya menciptakan sesuatu ide atau gagasan. Ini terjadi dalam benak kepala seseorang melalui proses kerja sistem syaraf. Pesan yang telah terbentuk ini kemudian disampaikan kepada orang lain. Baik secara langsung ataupun tidak langsung. Bentuk dan mengirim pesan, seseorang akan menerima pesan yang disampaikan oleh orang lain. Pesan yang diterimanya ini kemudian akan diolah melalui sistem syaraf dan diinterpretasikan. Setelah diinterpretasikan, pesan tersebut dapat menimbulkan tanggapan atau reaksi dari orang tersebut. Apabila ini terjadi, maka si orang tersebut kembali akan membentuk dan menyampaikan pesan baru. Demikianlah ke –empat tindakan ini akan terus-menerus terjadi secara berulang-ulang.<br />
Pesan adalah produk utama komunikasi. Pesan berupa lambang-lambang yang menjalankan ide/gagasan, sikap, perasaan, praktik atau tindakan. Bisa berbentuk kata-kata tertulis, lisan, gambar-gambar, angka-angka, benda, gerak-gerik atau tingkah laku dan berbagai bentuk tanda-tanda lainnya. Komunikasi dapat terjadi dalam diri seseorang, antara dua orang, di antara beberapa orang atau banyak orang. Komunikasi mempunyai tujuan tertentu. Artinya komunikasi yang dilakukan sesuai dengan keinginan dan kepentingan para pelakunya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meiliemma.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meiliemma.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meiliemma.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meiliemma.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meiliemma.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meiliemma.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meiliemma.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meiliemma.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meiliemma.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meiliemma.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meiliemma.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meiliemma.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meiliemma.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meiliemma.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meiliemma.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meiliemma.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=24&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>232</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a15a5ae86386179f43dd8774e27b002a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">meiliemma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Definisi Komunikasi dan Tingkatan Proses Komunikasi</title>
		<link>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi-dan-tingkatan-proses-komunikasi/</link>
		<comments>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi-dan-tingkatan-proses-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2006 07:21:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meiliemma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kapita Selekta Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi-dan-tingkatan-proses-komunikasi/</guid>
		<description><![CDATA[Kapita Selekta Komunikasi Kuliah 1 Dosen : Drs. Riswandi, M.Si. Definisi komunikasi Kata atau istilah “komunikasi” (Bahasa Inggris “communication”) berasal dari Bahasa Latin “communicatus” yang berarti “berbagi” atau “menjadi milik bersama”.Dengan demikian,  kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan.Menurut  Webster New Collogiate Dictionary  dijelaskan bahwa komunikasi adalah “suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=23&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Arial;">Kapita Selekta Komunikasi</span></strong></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Arial;">Kuliah 1</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">Dosen : Drs. Riswandi, M.Si.</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;"></span></strong><strong><span style="font-family:Arial;">Definisi komunikasi</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;"></span></strong><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Arial">Kata atau istilah “komunikasi” (Bahasa Inggris <em>“communication”</em>) berasal dari Bahasa Latin <em>“communicatus”</em> yang berarti “berbagi” atau “menjadi milik bersama”.</font></span><span style="font-family:Arial;">Dengan demikian,<span>  </span>kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada <strong>suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan.</strong></span><span style="font-family:Arial;">Menurut<span>  </span><em>Webster New Collogiate Dictionary</em><span>  </span>dijelaskan bahwa komunikasi adalah <strong>“suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku”.</strong></span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;">Berikut ini adalah bebarapa definsi tentang ilmu komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :</span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><strong><span style="font-family:Arial;"><em>Hovland, Janis &amp; Kelley</em> </span></strong><span><font face="Arial">Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak.</font></span></span><span style="font-family:Arial;"><span></span><strong><span style="font-family:Arial;"><em>Berelson &amp; Steiner</em> </span></strong><span><font face="Arial">Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka, dan lain-lain.</font></span></p>
<p></span><span></span><strong><span style="font-family:Arial;"><em>Harold Lasswell</em> </span></strong><span style="font-family:Arial;">Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa”<span>  </span>“mengatakan “apa”<span>  </span>“dengan saluran apa”, “kepada siapa” , dan “dengan akibat apa”<span>  </span>atau “hasil apa”.</span><span style="font-family:Arial;">(<em>who says what in which channel to whom and with what effect).</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><strong><span style="font-family:Arial;"><em>Barnlund</em> </span></strong><span style="font-family:Arial;">Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><strong><span style="font-family:Arial;"><em>Weaver </em></span></strong><span style="font-family:Arial;">Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><strong><span style="font-family:Arial;"><em>Gode </em></span></strong><span style="font-family:Arial;">Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari semula yang dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.</span><strong><span style="font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Dari berbagai definisi tentang ilmu<span>  </span>komunikasi tersebut di atas, terlihat bahwa para ahli memberikan definisinya sesuai dengan sudut pandangnya dalamelihat komunikasi. Masing-masing memberikan penekanan arti, ruang lingkup, dan konteks yang berbeda.</span><span style="font-family:Arial;">Hal ini menunjukkan bahwa, ilmu komunikasi sebagai bagian dari ilmu sosial adalah suatu ilmu yang bersifat multi-disipliner.</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;">Definisi Hovland Cs, memberikan penekanan bahwa tujuan komunikasi adalah mengubah atau membentuk perilaku.</span><span style="font-family:Arial;">Definisi Berelson dan Steiner, menekankan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian, yaitu penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain.</span><span style="font-family:Arial;">Definisi Lasswell, secara eksplisit dan kronologis menjelaskan tentang<br />
lima komponen yang terlibat dalam komunikasi, yaitu :</span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></font></span><span style="font-family:Arial;">siapa (pelaku komunikasi pertama yang mempunyai inisiatif atau sumber.</span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><span><span><font face="Times New Roman">-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></font></span></span><span style="font-family:Arial;">mengatakan apa ( isi informasi yang disampaikan)</span></p>
<p></span><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></font></span><span style="font-family:Arial;">kepada siapa (pelaku komunikasi lainnya yang dijadikan sasaran penerima)</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><span><font face="Times New Roman">-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></font></span></span><span style="font-family:Arial;">melalui saluran apa (alat/saluran penyampaian informasi)</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><span><font face="Times New Roman">-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></font></span></span><span style="font-family:Arial;">dengan akibat/hasil apa (hasil yang terjadi –pada diri penerima)</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Definisi Lasswell ini juga menunjukkan bahwa komunikasi itu adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. </span><span style="font-family:Arial;">Definisi Gode, memberi penekanan pada proses penularanpemilikan, yaitu dari yang semula (sebelum komunikasi) hanya dimiliki oleh satu orang kemudian setelah komunikasi menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.</span><span style="font-family:Arial;">Definisi Barnlund, menekankan pada tujuan komunikasi, yaitu untuk mengurangi ketidakpastian, sebagai dasar bertindak efektif, dan untuk mempertahankan atau memperkuat ego.</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Berdasarkan definisi-definisi tentang komunikasi tersebut di atas, dapat diperoleh gambaran bahwa komunikasi mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><em>Komunikasi adalah suatu proses </em>Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><em><span style="font-family:Arial;">Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. </span></em><span style="font-family:Arial;">Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara<span>  </span>sadar, disengaja, serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><em><span style="font-family:Arial;">Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat</span></em><span style="font-family:Arial;"> kegiatan komunikasi akan berlangsung baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi<span>  </span>(dua orang atau lebih) sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang samaterhadap topik pesan yang disampaikan.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><em><span style="font-family:Arial;">Komunikasi bersifat simbolis </span></em><span style="font-family:Arial;">Komunikasi pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasaverbal dalam bentuk kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tanda lainnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><em><span style="font-family:Arial;">Komunikasi bersifat transaksional </span></em><span style="font-family:Arial;">Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan, yaitu memberi dan menerima. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><em><span style="font-family:Arial;">Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu </span></em><span style="font-family:Arial;">Maksudnya adalah bahwa para peserta atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama. </span><span style="font-family:Arial;">Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet, faximili, dan lain-lain, faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi.</span></p>
<h1><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"></span></h1>
<h1><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><font face="Arial">Tingkatan Proses Komunikasi</font></span></h1>
<p><span style="font-family:Arial;">Menurut Denis McQuail, secara umum kegiatan/proses komunikasi dalam masyarakat berlangsung dalam 6 tingkatan sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><strong><span style="font-family:Arial;"><em>Komunikasi intra-pribadi (intrapersonal communication</em> </span></strong><span style="font-family:Arial;">Yakni proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, berupa pengolahan informasi melalui pancaindra dan sistem syaraf.</span><span style="font-family:Arial;">Contoh : berpikir, merenung, menggambar, menulis sesuatu, dll.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><strong><span style="font-family:Arial;"><em>Komunikasi antar-pribadi</em> </span></strong><font face="Times New Roman">Yakni kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan orang lainnya.<span style="font-family:Arial;"></span></font><span style="font-family:Arial;">Misalnya percakapan tatap muka, korespondensi, percakapan melalui telepon, dsbnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><strong><span style="font-family:Arial;"><em>Komunikasi dalam kelompok</em> </span></strong><span style="font-family:Arial;">Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung di antara suatu kelompok. Pada tingkatan ini, setiap individu yang terlibat masing-masing berkomunikasi sesuai dengan peran dan kedudukannya dalam kelompok. Pesan atau informasi yang disampaikan juga menyangkut kepentingan seluruh anggota kelompok, bukan bersifat pribadi.</span><span style="font-family:Arial;">Misalnya, ngobrol-ngobrol antara ayah, ibu, dan anak dalam keluarga, diskusi guru dan murid di kelas tentang topik bahasan, dsbnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><strong><span style="font-family:Arial;"><em>Komunikasi antar-kelompok/asosiasi</em></span></strong><span style="font-family:Arial;"> Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Jumlah pelaku yang terlibat boleh jadi hanya dua atau beberapa orang, tetapi masing-masing membawa peran dan kedudukannya sebagai wakil dari kelompok/asosiasinya masing-masing.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><strong><span style="font-family:Arial;"><em>Komunikasi Organisasi</em> </span></strong><font face="Times New Roman">Komunikasi organisasi mencakup kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi dan komunikasi antar organisasi.<strong><span style="font-family:Arial;"></span></strong></font><span style="font-family:Arial;">Bedanya dengan komunikasi kelompok adalah bahwa sifat organisasi organisasi lebih formal dan lebih mengutamakan prinsip-prinsip efisiensi dalam melakukan kegiatan komunikasinya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><strong><span style="font-family:Arial;"><em>Komunikasi<span>  </span>dengan masyarakat secara luas</em> </span></strong><font face="Times New Roman">Pada tingkatan ini kegiatan komunikasi ditujukan kepada masyarakat luas. Bentuk kegiatan komunikasinya dapat dilakukan melalui dua cara :<strong><span style="font-family:Arial;"></span></strong></font><span style="font-family:Arial;">Komunikasi massa Yaitu komunikasi melalui media massa seperti radio, surat kabar,<span>  </span>TV, dsbnya.</span><span style="font-family:Arial;">Langsung atau tanpa melalui media massa Misalnya ceramah, atau pidato di lapangan terbuka.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meiliemma.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meiliemma.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meiliemma.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meiliemma.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meiliemma.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meiliemma.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meiliemma.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meiliemma.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meiliemma.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meiliemma.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meiliemma.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meiliemma.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meiliemma.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meiliemma.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meiliemma.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meiliemma.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=23&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi-dan-tingkatan-proses-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>74</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a15a5ae86386179f43dd8774e27b002a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">meiliemma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TEORI TRANSISIONAL</title>
		<link>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/teori-transisional/</link>
		<comments>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/teori-transisional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2006 04:39:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meiliemma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi Organisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/teori-transisional/</guid>
		<description><![CDATA[Mata Kuliah Komunikasi Organisasi Kuliah ke 5 Dosen Chmdan MSi Kali ini membahas teori transisi (perbedaan) antara teori struktural klasik dan teori-teori mutakhir. Ditekankan pada teori ini ada hubungan dengan manusiawinya. Beberapa ahli yang mengemukakan teori adalah: 1. Teori Kewenangan dari Chester Barnard 2. Teori Hubungan Manusiawi dari Elton Mayo 3. Teori Fussi Bakko Argyns [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=22&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mata Kuliah Komunikasi Organisasi</strong></p>
<p><strong>Kuliah ke 5</strong></p>
<p><strong>Dosen Chmdan MSi</strong></p>
<p>Kali ini membahas teori transisi (perbedaan) antara teori struktural klasik dan teori-teori mutakhir. Ditekankan pada teori ini ada hubungan dengan manusiawinya. Beberapa ahli yang mengemukakan teori adalah:</p>
<p>1. Teori Kewenangan dari Chester Barnard<br />
2. Teori Hubungan Manusiawi dari Elton Mayo<br />
3. Teori Fussi Bakko Argyns<br />
4. Teori Peniti Penyambung dari Likert</p>
<p><strong>TEORI KEWENANGAN CHESTER BARNARD</strong><br />
Teori dianggap sebagai sesuatu yang kotor dan perlu dihindari setelah munculnya birokrasi Cth: suatu organisasi yang otoritas/hierarkis). Sejak itu muncul Barnard dengan Publikasinya, The Function of Executive yaitu Fungsi pertama seorang eksekutif adalah mengembangkan dan memelihara suatu sistem komunikasi<br />
<em>Cth: Suatu atasan disebuah perusahaan </em>.<br />
Barnard juga mengatakan bahwa kewenangan merupakan suatu fungsi kemauan untuk bekerjasama. Ada 4 syarat yang harus dipenuhi sebelum menerima sebuah pesan secara otoritatif yaitu :<br />
Orang tersebut harus memahami pesan yang dimaksud. Jelas karena bila yang dikirim pesan tidak memahami pesan yang dimaksud secara jelas, maka tidak bisa merespon pesanya secara benar (miscommunication ).<br />
Orang tersebut percaya bahwa pesan itu bertentangan dengan tujuan organisasi. Karena pesan yang disampaikan disini yaitu sebuah pesan secara otoritatif (mempunyai kewenangan/kekuasaan) jadi jelas bertentangan dengan tujuan organisasi.<br />
Orang tersebut percaya pada saat ia memutuskan untuk bekerjasama, pesan yang dimaksud sesuai dengan minatnya. Bila tidak sesuai dengan minatnya maka pesan tersebut akan diabaikan<br />
Orang tersebut memiliki kemampuan fisik dan mental untuk melaksanakan pesan. Karena agar bisa menindak lanjuti apa yang telah disampaikan. Teori-teori ini dikenal dengan teori penerimaan kewenangan . Kewenangan akan menjadi nyata apabila diterima oleh si penerima pesan tapi ia menunjukan bahwa pesan tidak dapat dianalisis, dinilai dan diterima atau ditolak dengan sengaja tetapi kebanyakan arahan, perintah dan pesan persuasif termasuk kedalam zona acuh tak acuh. Barnard menyamakan suatu kewenangan dengan komunikasi yang efektif, karena melakukan tugas untuk memerintah diperlukan komunikasi yang aktif agar suatu pesan atau perintah tersebut berhasil untuk mempersuasif.<br />
<em>Cth: Atasan disuatu perusahaan yang memerintah bawahannya untuk mengikuti peraturan perusahaan dg baik. Penolakan suatu komunikasi sama dengan penolakan kewenangan komunikator. </em><br />
Barnard menganggap teknis komunikasi lisan dan tulisan adalah suatu yang penting harus dipelajari dan bisa menerapkan teknik tersebut dengan tepat . Dari teorinya ini Barnard dikatakan pelopor yang menempatkan dan menjadikan komunikasi penting sebuah perusahaan.</p>
<p><strong>TEORI HUBUNGAN MANUSIAWI ELTON MAYO </strong><br />
Mayo dan kawan-kawan mengemukakan bahwa suatu kelompok memiliki kehidupannya sendiri lengkap dengan segala adat kebiasaan, norma dan kontak sosial yang efektif atas anggotanya, implikasinya dalam organisasi adalah struktur informal hubungan sosial selalu ada dibalik struktur organisasi formal dan banyak fenomena yang tidak dapat dijelaskan dengan dalil apapun.</p>
<p><strong>TEORI FUSI BAKKO ARGYRIS </strong><br />
Bakko menyarankan suatu proses fusi. Bakko berpendapat bahwa pada tahap tertentu organisasi mempengaruhi individu dan pada saat yang sama individu mempengaruhi organisasi. Hasilnya dalam organisasi dipersonalkan dan setiap individu/pegawai dan individi-individu disosialisasikan oleh organisasi.<br />
Argyris berpendapat kadang-kadang organisasi memiliki tujuan yang berlawanan dengan organisasi tersebut (biasanya terjadi dan sangat berhubungan dengan kematangan individu). Para pegawai mengalami frustasi akibat ketidaksuksesan ini dan akhirnya keluar atau tetap tinggal dengan sikap acuh/apatis dan biasanya mereka tidak akan berharap banyak dari apa yang dikerjakannya.</p>
<p><strong>TEORI PENITI PENYAMBUNG LIKERT </strong><br />
Konsep ini berhubungan dengan kelompok-kelompok dalam organisasi yang saling tumpang tindih munculnya konsep supervisory ada disini dan penyedia atau supervisor berfungsi sebagai peniti penyambung. Struktur ini menunjukan hubungan antar kelompok daripada hubungan antar pribadi. Organisasi yang menganut konsep ini menggalakan orientasi ke atas daripada ke bawah. Komunikasi, pengaruh pengawasan dan pencapaian tujuan diarahkan ke atas organisasi. Proses kelompok dalam organisasi semacam ini sangatlah penting karena semua kelompok harus sama efektif karena organisasi tidak dapat menjadi kuat jika kelompok-kelompok tersebut lemah. Pada penelitiannya Likert menyatakan bahwa gaya manajemen dapat diklasifikasikan menjadi 4 yaitu:<br />
<em>Sistem 1 </em><br />
Manajemen tidak memiliki kepercayaan terhadap bawahan dan bawahan tidak memiliki kewenangan untuk mendiskusikan pekerjaannya dengan atasan. Iklim yang diakibatkan dari konsep ini adalah ketakutan, ancaman, hukuman. Komunikasi lebih dari atas ke bawah. Bawahan tidak mempercayai pesan yang beredar dan beberapa informasi ke atas cenderung tidak akurat. Pengambilan keputusan dari atas. Manajemen cenderung mengontrol dan mengarah/mengatur bawahan. Hasilnya: organisasi informal dalam perusahaan yang bertujuan berbeda dengan tujuan perusahaan.<br />
<em>Sistem 2 </em><br />
Manajemen berkenan untuk percaya pada bawahan seperti halnya hubungan majikan dan budak. Keputusan ada diatas tetapi ada sedikit kesempatan bagi bawahan untuk turut memberikan masukan atas keputusan itu. Kekuasaan dan control ada diatas. Interaksi bertujuan untuk meraih tujuan organisasi. Informasi tetap dari atas dan beberapa bawahan tetap ada yang menaruh curiga. Komunikasi ke atas kadang-kadang ada tergantung atau jika atasan membutuhkan informasi dari bawahan. Informasi organisasi ada tetapi tidak berbeda jauh dengan harapan/tujuan organisasi atau atasan.<br />
<em>Sistem 3 </em><br />
Manajer mulai membuka diri terhadap bawahan tetapi tidak terlalu percaya. Bawahan boleh bebas berhubungan/ diskusi dengan atasan dan sudah mulai ada hubungan/interaksi antara atasan dan bawahan. Aliran komunikasi baik dari atas ke bawah dan sebaliknya. Komunikasi kebawah mulai diterima meskipun dengan sedikit curiga. Komunikasi ke atas pada umumnya akurat tetapi terbatas hanya sebatas apa yang dinginkan oleh atasan. Kebijakan umum dibuat oleh atasan tetapi kebijakan yang lebih khusus diserahkan kepada bawahan/tingkat dibawahnya. Organisasi informal ada tetapi bersifat sama sekaligus bertentangan atau menolak manajemen.<br />
<em>Sistem 4 </em><br />
Mirip dengan teori Y. Manajemen sepenuhnya percaya pada bawahan. Semua diberi kesempatan untuk membuat keputusan. Alur informasi ke atas, ke bawah dan menyilang. Komunikasi ke bawah pada umumnya diterima jika tidak dapat dipastikan dan diperbolehkan ada diskusi antara karyawan dan manajer. Interaksi dalam sistem terbangun. Komunikasi ke atas pada umumnya akurat dan manajer menanggapinya dengan tulus atas feedback tersebut. Motivasi kerja dikembangkan dengan partisipasi yang kuat dalam pengambilan keputusan, penetapan Goal setting dan penilaian.<br />
Pada umumnya organisasi informal dan formal identik dengan integritas antara karyawan dan manajer terwujud nyata/baik. Menurut Likert sistem yang ke 4 berpengaruh terhadap meningkatnya produktifitas dan sistem 1 menunjukan produktifitas rendah. Menurut penelitian, beberapa manajer lebih suka menggunakan sistem ke 4 tetapi perusahaan dimana mereka bekerja lebih suka jika para manajer menggunakan yang pertama.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meiliemma.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meiliemma.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meiliemma.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meiliemma.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meiliemma.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meiliemma.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meiliemma.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meiliemma.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meiliemma.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meiliemma.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meiliemma.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meiliemma.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meiliemma.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meiliemma.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meiliemma.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meiliemma.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meiliemma.wordpress.com&amp;blog=408218&amp;post=22&amp;subd=meiliemma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/teori-transisional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a15a5ae86386179f43dd8774e27b002a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">meiliemma</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
