Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Deadline 8 October 2006

Komunikasi sebagai fungsi sosial, menunjukan bahwa komunikasi penting untuk membagun konsep diri kita, aktualisasi diri, kelansungan hidup untuk memperoleh kebahagian dan terhindar dari tekanan.

Tugas ini adalah mengenai konsep diri, bagaimana sifat sifat kita dari sekitar umur 5 tahun hingga sekaran, mengenai pandangan pandangan kita selama ini, sumber bisa dari diri sendiri bisa dari orang sekitar

berikut isi dari tugas ku

Be 100%

 

Beberapa waktu yang lalu seorang teman saya pernah bertanya, “Emma, can you be 100%?” Pertama saya tidak mengerti maksud dari pertanyaan tersebut, kemudian dia menjelaskan, maksud dari be 100% adalah jujur terhadap diri sendiri dan jujur kepada orang lain mengenai segala macam yang kamu pikirkan rasakan dan alami, pada saat itu saya langsung menjawab, maaf tidak bisa.

Saya terbiasa menyimpan semua masalah saya sendiri, Saya sangat jarang bercerita mengenai saya kepada orang lain, menurut saya masalah saya adalah untuk saya, bukan untuk membuat orang lain pusing. Oleh kerena itu menjadi jujur tentang diri sendiri kepada orang lain, hal ini yang paling sulit untuk saya, karena saya sering menipu diri sendiri dengan menanggap Saya tidak punya masalah apapun.

 

Tugas mengenai aktualisasi diri ini mengingatkan saya kembali pada pertanyaan tersebut, karena inti dari tugas ini adalah mengenali diri sendiri dan jujur mengenai diri sendiri.

Sifat dan tindakan yang kita ambil sekarang berdasarkan atas pengalaman pengalaman kita di masa lalu, mungkin sikap kita berubah seiring dengan waktu dan melalui pembelajaran yang cukup panjang.

Masa Kecil Saya

Saya anak bungsu dari 6 bersaudara, saya mempunyai 4 orang kakak laki laki dan 1 orang kakak perempuan. Keluarga saya cukup mapan, kelauraga kami di didik dengan ajaran Islam yang cukup keras. Ibu saya seorang guru agama, beliau sudah mengajar sejak umur 14 tahun. Pengetahuan nya sangat luas dan sikap beliau sangat tegas, dan keras untuk beberapa aturan. Ayah saya seorang pecinta buku, beliau memiliki sebuah perpustakaan pada saat menikah dengan ibu, tapi seiring denga perkembangan waktu ayah saya merubah mata pencariannya menjadi pedagang. Sebagai anak paling muda, aku hampir selalu dapat yang aku inginkan, orang tua saya berusaha memenuhi apapun yang saya inginkan.

Walaupun saya termasuk dimanja, saya tidak pernah dekat baik dengan ayah saya maupun Ibu saya, mereka sibuk dengan kegiatan masing masing, dan 5 orang anak yang lain. Tapi saya memang tidak pernah ditelantarkan, Saya punya pengasuh yang khusus untuk saya. Ibu selalu menemani saya belajar, tapi ibu tidak pernah meminta saya buat bercerita.

Kita memang tidak mampu mengingat masa kecil kita dengan baik, kita cuma bisa tahu dari orang orang yang dekat dengan kita. Sewaktu umur 2 tahun saya pernah masuk rumah sakit, di rawat di ICCU dan berada dalam kondisi koma, saya sama sekali tidak bisa mengingat kejadian itu karena saya masih terlalu kecil. Yang saya tahu dari orang orang adalah saya membuat orang repot harus mengurusi saya, ayah ibu, kakak kakak, bahkan sampai karyawan karyawan ayah saya. Pada waktu itu kondisi keuangan rumah dalam keadaan baik, tapi semua nya harus di gunakan sebagai biaya pengobatan saya.

Sesuai dengan tugas ini saya bertanya kepada ke lima kakak saya tentang bagaimana saya waktu masih kecil

  1. Ekky (kakak tertua) “Waktu kecil kolokan, manja, cengeng, pemarah”
  2. Ella (Kakak kedua) “Cengeng pemarah”
  3. Alwi (kakak ketiga) “Suka nangis, mau menang sendiri, pemarah”
  4. Hasan (kakak keempat) “Manja, pemarah”
  5. Erik (kakak ke lima) “Manja”
  6. Ayah saya ”Manja”

Dari ke enam orang yang dekat dengan saya mereka bilang saya manja, cengeng dan pemarah. Kalau sifat manja saya memang saya sudah tau dari saya masih kecil, dan saya akui sewaktu kecil saya sering menangis, saya ingat sekali setiap saya menangis kakak kakak saya aku tertawa atau marah, jadi saya saya selalu berusaha untuk tidak menangis di depan siapapun.

 

Pemarah, saya terbiasa langsung bicara apabila ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan saya, dan bisa jadi saya langsung marah, mungkin ini juga di dukung oleh sifat manja dan ego sebagai anak bungsu.

 

Lingkungan kecil saya tertutup, saya tidak mempunyai teman selain teman teman di sekolah, dan itupun saya tidak pernah bermain bersama di luar jam sekolah, salah satu nya adalah perbedaan sosial, saya mendapat keberuntungan berada di lingkungan sosial yang sedikit lebih tinggi, dan mungkin hal ini yang membuat teman teman saya “malas” bermain dengan saya. Semua ini berubah seiring dengan waktu, lingkungan dan tingkat sosial tidak terlalu di permasalahkan setelah saya beranjak remaja.

 

Masa remaja

Banyak orang bilang masa ini adalah masa yang paling rentan, karena akan membentuk karater dari seseorang. Saya mempunyai seorang Ibu yang sangat pintar tegas dan bijaksana. Beliau memiliki aturan aturan, tapi beliau tidak pernah memaksa. Beliau mendidik dengan memberikan contoh, melindungi dari hal hal yang tidak baik. Misalnya saja untuk urusan rokok, beliau cuma bilang tidak suka kalau anak nya merokok, dan tidak pernah memberikan ancaman apapun, tapi beliau melindungi anak anak nya dari rokok dengan tidak mengijinkan siapapun untuk merokok didepan anak anak nya. Ibu mendidik kami dengan baik, kami semua bisa berhasil dalam pendidikan atas didikan dan kebebasan dari beliau.

 

Masa Kuliah

Saya kuliah di Universitas Indonesia, diploma program Administrasi perkantoran dan Sekretari. Sebenarnya ini tidak murni keinginan saya, tapi atas bujukan ibu saya akhirnya mau kuliah disini. Saya tidak mengalami banyak kesulitan, kuliah Sekretaris adalah hal yang mudah buat saya, nilai nilai yang saya dapatkan termasuk bagus. Di tahun ini saya merasa paling dekat dengan Ibu, pada saat itu Ibu sudah tidak terlalu sibuk dengan kegiatan mengajar, kakak kakak yang lain juga sudah mulai sibuk dengan kuliah dan bekerja di lain kota.

Pada tahun kedua Ibu saya meninggal dunia, suatu hal yang paling membuat saya shock karena ibu menginggal tiba tiba tanpa adanya sakit karena serangan jantung. Padahal pada pagi hari nya saya masih berbincang dan bertengar denga beliau, dan pada jam 10 saya harus berhadapan dengan jenazah beliau.

Saya berusaha untuk kuat, saya masih memiliki ayah dan 5 orang kakak. Karena banyak yang berkata kepada saya, semua terjadi kerena kehendak ALLAH SWT, dan pasti ada hal baik dari semua kejadian

Setelah masa kuliah

Saya berhasil lulusan dengan nilai sangat memuaskan, dan berhasil bekerja di suatu perusahan yang cukup lumayan. Pada tahun yang sama Ayah saya membuat 2 keputusan, kita sekeluarga harus pindah rumah, dan 2 tahun setelah kepergian Ibu, ayah menikah lagi. Saya tidak pernah punya masalah dengan ayah saya, saya biasa bermanja dengan beliau. Tapi saya tidak pernah bercerita mengenai masalah pribadi saya kepada beliau. Saya sedikit kecewa dengan 2 keputusan beliau. Tapi sebagai seorang anak yang masih ikut dengan orang tua saya harus mengikuti kemauan beliau.

 

Pada tahun pertama kepergian ibu, kamu sekeluarga menjadi cukup dekat, tapi ditahun tahun selanjut nya semua kembali sibuk dengan urusan masing masing. 2 orang kakak saya mengambil keputusan untuk meninggalkan rumah karena tidak mau ngikuti salah satu aturan dari almarhumah ibu. Kakak saya yang perempuan menikah dan sibuk dengan keluarganya, kakak tertua saya memutuskan untuk pindah kota agar lebih dekat dengan pekerjaannya (setelah 5 tahun baru saya ketahui alasan sebenarnya kenapa dia pindah kota). Kakak saya yang satu juga menikah dan sibuk dengan keluarganya.

 

Saya dan pekerjaan

Dipekerjaan saya tidak punya banyak masalah, sebagai seorang anak yang memiliki masalah sosialisasi sewaktu kecil, saya banyak belajar tentang pergaulan dan kemudian dianggap sebagai orang yang sangat ramah. Walau saya akui saya sangat ceroboh, tapi saya berusaha untuk memperbaiki diri. Saya dianggap sebagai orang yang bisa menyimpan rahasia, karena pekerjaan saya menuntut hal tersebut. Saya juga seorang pendengar yang baik, banyak teman saya yang mengakui hal ini. Saya sangat sabar, pekerjaan saya menuntut saya menajdi orang yang pertama disalahkan apabila terjadi sesuatu masalah, saya juga harus berurusan dengan begitu banyak tipe orang dan atasan, dan saya tidak boleh menunjukan kekesalan apabila berhadapan dengan mereka.

 

Saya dan cinta

Hal yang paling saya tidak percayai didunia adalah adanya cinta. Cinta yang saya maksudkan disini adalah cinta terhadap manusia. Teman saya pernah berkata kepada saya bahwa cinta adalah perasaan yang datang dari hati. Tapi menurut saya cinta itu adalah keegoisan sesaat. Datang dari emosi yang tidak terkontrol yang pada akhirnya membuat sesorang menjadi buta dan tuli, dan berahir pada sebuah tindakan bodoh. Menurut saya cinta adalah sesuatu yang pasti akan ditinggalkan dan dilupakan.

 


About this entry